Calon pembeli disarankan membeli emas hanya di toko atau platform yang memiliki reputasi baik dan rekam jejak jelas.
Keberadaan sertifikat keaslian, legalitas usaha, serta transparansi harga menjadi indikator penting untuk menghindari risiko penipuan maupun kualitas emas yang tidak sesuai.
2. Perhatikan Spread Harga Jual dan Beli
Selain harga per gram, pembeli perlu mencermati selisih antara harga beli dan harga jual kembali atau spread.
Spread yang terlalu tinggi dapat mengurangi potensi keuntungan, terutama bagi pembeli yang berencana menjual emas dalam jangka menengah.
3. Hindari Keputusan Berbasis Emosi dan Tren
Masyarakat diimbau tidak membeli emas hanya karena dorongan euforia pasar atau mengikuti tren semata.
Keputusan pembelian sebaiknya didasarkan pada perencanaan keuangan yang matang dan tujuan investasi jangka panjang.
4. Lakukan Pembelian Secara Bertahap
Untuk meminimalkan risiko fluktuasi harga, pembelian emas disarankan dilakukan secara bertahap.
Strategi ini dinilai lebih aman dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, terutama saat harga berada di level tinggi.
Baca Juga: WOW! Harga Emas Perhiasan Hari Ini 6 Januari 2026 Melonjak Tajam, Paling Mahal Rp2,305 Juta per Gram
Saat Tepat Beli atau Tunggu?
Dengan harga emas yang saat ini stabil di level tinggi, keputusan membeli atau menunggu sangat bergantung pada tujuan masing-masing individu.
Bagi yang ingin menyimpan emas sebagai aset jangka panjang, pembelian bertahap masih bisa menjadi pilihan.
Namun, bagi yang berharap keuntungan cepat, menunggu koreksi harga bisa menjadi langkah yang lebih aman.
