PAMIJAHAN, POSKOTA.CO.ID - Sepasang pasangan suami istri (pasutri) di Kampung Pasar Kemis, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, berinisial NB (41) dan suaminya HT (44) jadi korban pembacokan.
Pelaku yang melakukan tindakan pembacokan tersebut diketahui sebelumnya memiliki hubungan dengan korban, yakni mantan suami dari NB.
Kapolsek Cibungbulang, Kompol Iwan Wahyudi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 6 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.
Baca Juga: Gunungan Sampah Makan Badan Jalan di Tangsel, Warga Terganggu
Iwan menduga, motif pelaku melakukan pembacokan terhadap mantan istri dan suaminya itu, lantan cemburu korban sudah nikah lagi dengan lelaki lain.
"Si perempuan ini mantan istri yang bersangkutan. Informasinya kawin siri lagi. Laki-laki dewasa, istri nikah lagi, taulah seperti apa (cemburu)," kata Iwan saat dikonfirmasi, Selasa 6 Januari 2026.
Korban sendiri sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Saat ini pihak Polsek Cibungbulang tengah memburu pelaku yang identitasnya telah dikantongi.
"Sudah buat laporan, sudah kita ketahui identitas pelakunya sedang dilakukan pengejaran," jelas Iwan.
Baca Juga: Personel Polres Bogor jadi Korban Begal di Cileungsi, 2 Pelaku Ditangkap
Kedua korban yang mendapat penganiayaan dan pembacokan dari pelaku, langsung dilarikan ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Humas RSUD Kota Bogor, Patrick mengatakan, kedua korban mengalami luka serius pada bagian kepalanya karena dianiaya menggunakan senjata tajam jenis golok oleh pelaku.
"Keduanya dibawa ke IGD RSUD Kota Bogor pada pukul 10.00 pagi dengan luka berbeda. NB datang dengan keluhan nyeri hebat di kepala sebelah kiri setelah dianiaya menggunakan golok, disertai luka robek di telinga kiri," kata Patrick dalam keterangannya.
Baca Juga: Perbaikan 84 Pasar di Jakarta, Dilengkapi Alat Transaksi Digital hingga Wifi
"Sementara itu, suaminya, HT, mengalami beberapa luka bacok di bagian kepala, menjadikannya korban yang paling parah dalam insiden ini," ujarnya. (cr-6)