PENJARINGAN, POSKOTA.CO.ID — Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu meminta kepolisian mengusut tuntas kebakaran rumah di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menewaskan lima orang.
Kevin menilai, kasus tersebut perlu ditangani secara menyeluruh lantaran kebakaran diduga dipicu korsleting listrik saat proses pengecasan mobil listrik.
"Bagi saya ini satu kejadian yang sangat tragis, terjadi di Ibu Kota. Di mana sekeluarga, dalam hal ini ada lima nyawa dalam satu rumah yang mengalami korban kebakaran, yang menurut beberapa media ini diduga akibat dari keberadaan mobil listrik ya," kata Kevin kepada wartawan, Selasa, 6 Januari 2026.
"Tentu saat ini kami sedang menyerahkan penanganan penyelidikannya kepada Labfor dari kepolisian," tambahnya.
Baca Juga: Polres Depok Terus Kawal Dugaan TNI Terlibat Pengeroyokan Pria hingga Tewas
Kevin menegaskan, pengusutan tuntas penting dilakukan karena kasus ini berpotensi berdampak luas ke depan, terutama terkait aspek keselamatan penggunaan kendaraan listrik di rumah.
"Karena diduga seperti itu, tentu menjadi satu peringatan bagi kita ya. Satu, tentu hal-hal apa sih yang menjadi aspek keselamatan penggunaan mobil listrik di rumah? Nah ini kan perlu kita kaji lebih komprehensif ya," tuturnya.
"Jadi jangan hanya faktor komersilnya aja didorong, tapi faktor safety-nya bagaimana? Ini kan urusannya udah nyawa," sambung Kevin.
Ia mengingatkan, kendaraan listrik saat ini semakin diminati masyarakat karena dinilai ramah lingkungan dan terus didorong penggunaannya, termasuk oleh pemerintah.
Baca Juga: Jumlah PHK di Kabupaten Tangerang Naik 93 Persen Sepanjang 2025
"Kami mendukung kerja-kerja penyidikan agar bisa lebih cepat, agar bisa lebih tuntas melihat permasalahan ini secara bijaksana. Melihat dan mengusut secara tuntas apa akar penyebabnya. Apakah dari kabelnya, apakah dari kendaraannya, apakah dari hal-hal lainnya, kita enggak tahu. Maka kita menunggu," jelas legislator PSI itu.
Selain itu, Kevin juga meminta Pemprov DKI Jakarta menunjukkan empati kepada korban selamat. Pasalnya, anggota keluarga yang masih hidup belum dapat menempati rumah karena lokasi kebakaran masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Ia menyebut, pemilik rumah bernama Sahrin sementara ini menginap di rumah temannya.
“Maka mengapa dalam kondisi dalam waktu tiga minggu ini mereka juga terkatung-katung, maka mengadu ke kami. Nah ini yang kita akan coba koordinasikan nanti," katanya.
"Ya saya akan coba tanyakan juga kepada pihak Kelurahan, Kecamatan ya, dan hal seperti ini," Kevin menambahkan.