LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Salah seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lebak, yakni Jaeni, Kades Karyajaya, Kecamatan Cimarga, sujud syukur karena jalan di desa tersebut dibangun oleh Gubernur Banten.
Pasalnya, sejak puluhan tahun akses jalan sepanjang 6 kilo meter rusak parah, dan kini sepanjang 3 kilo meter telah dibetonisasi melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera).
Aksi sujud syukur yang dilakukan Kades tersebut di atas jalan beton yang baru selesai dibangun itu, dilakukan pada Senin 5 Januari 2025.
Usai melakukan sujud di atas jalan, Kades bersama ratusan warganya melakukan babacakan atau makan bersama di atas jalan raya.
"Ini bentuk ungkapan rasa syukur kami, atas telah dibangunnya jalan ini. Ada sepanjang 6 kilo meter yang dibangun," ungkap Jaeni kepada wartawan.
Dikatakannya, ruas jalan ini awalnya sudah puluhan tahun rusak. Namun alhamdulillah sejak ada program Bang Andra, akhirnya jalan di desanya telah dibangun.
"Jalan ini merupakan satu-satunya akses utama warga Desa Karyajaya untuk aktivitas pendidikan, pertanian, dan perekonomian," katanga.
Jaeni menegaskan bahwa aksinya itu bukanlah bentuk pencitraan atau tindakan berlebihan. Sujud syukur itu merupakan nazar pribadi yang pernah diucapkannya saat menghadapi tekanan dan protes keras dari warga akibat kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Baca Juga: Jadwal Arus Balik Puncak Bogor Siang Hari Ini: One Way Arah Jakarta Mulai Pukul 12.00 WIB
"Di tempat itu dulu saya pernah diprotes warga dan saya menangis. Dalam hati saya bernazar kepada Allah, kalau jalan ini benar-benar dibangun, saya akan sujud syukur di sini. Dan nazar itu saya tunaikan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kerusakan jalan di wilayahnya telah berlangsung selama belasan hingga sepuluh tahun. Kondisinya semakin parah karena sering dilintasi kendaraan berat.
Sementara itu, kemampuan desa untuk memperbaiki jalan sangat terbatas oleh regulasi dan anggaran dana desa.
"Waktu itu masyarakat menuntut, dan saya tidak bisa berbuat banyak. Bahkan saya pernah sampai meminjam material batu ke pihak lain untuk sekadar menambal jalan," tuturnya.
Baca Juga: Heboh Video CCTV Viral, Oknum Kepsek dan Guru PPPK Lampung Timur 3 Jam di Kamar Hotel
Menurut Jaeni, dari total enam kilometer jalan rusak, sekitar tiga kilometer kini telah dibangun dengan konstruksi beton melalui program Bang Andra. Jalan tersebut menjadi akses utama menuju sekolah dan lahan pertanian warga.
"Ini jalan paling vital. Walaupun masih ada beberapa titik yang rusak, setidaknya akses utama sudah terbuka," bebernya.
Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Jaeni menyebut, warga menggelar syukuran secara spontan di beberapa kampung.
"Bahkan, di Kampung Ranca, warga melakukan makan bersama atau ngeliwet di jalan baru dengan daun pisang sepanjang puluhan meter sebagai simbol kebahagiaan," tambahnya. (fat)