BMW memangkas harga lebih dari 30 model di China hingga 24 persen. (Sumber: BMW)

OTOMOTIF

BMW Banting Harga Gila-gilaan, Diskon Tembus Rp600 Jutaan

Senin 05 Jan 2026, 13:59 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tekanan keras dari pabrikan lokal membuat BMW mengambil langkah drastis di pasar otomotif China.

Pabrikan asal Jerman tersebut memangkas harga jual puluhan modelnya secara serentak, dengan penurunan yang mencapai ratusan juta rupiah jika dikonversi ke mata uang Indonesia.

Mengutip laporan CarNewsChina, BMW menurunkan harga lebih dari 30 model sekaligus. Besaran diskon bervariasi, mulai dari belasan hingga 24 persen.

Kebijakan ini resmi berlaku sejak 1 Januari 2026 dan disebut sebagai salah satu strategi harga paling agresif BMW sepanjang kehadirannya di Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Jakarta Bakal Jadi Saksi Debut Yamaha M1 V4 di MotoGP 2026

Pemangkasan harga tidak hanya menyasar model kelas bawah. Jajaran flagship, termasuk sedan listrik premium hingga SUV kelas atas, ikut terkena penyesuaian demi menjaga daya saing di tengah dominasi merek lokal China.

Salah satu penurunan paling mencolok terjadi pada BMW i7 M70. Sedan listrik mewah tersebut kini dijual 1,598 juta yuan, turun dari sebelumnya 1,899 juta yuan.

Artinya, harga dipangkas sekitar 301.000 yuan atau setara Rp660 jutaan, dengan persentase penurunan mencapai 16 persen.

Namun secara persentase, diskon terbesar justru dialami BMW iX1 eDrive25. SUV listrik kompak ini kini dibanderol 228.000 yuan, dari sebelumnya 299.900 yuan.

Baca Juga: Yamaha Mio Siap Bangkit Lagi, Skutik Entry Level Ini Bakal Berubah Total

Penurunan sekitar 24 persen itu membuat harga iX1 bersinggungan langsung dengan SUV listrik buatan merek lokal China. Jika dirupiahkan, banderolnya kini berada di kisaran Rp500 jutaan.

Segmen sedan eksekutif BMW Seri 7 juga ikut terdampak. BMW 735i kini dilepas mulai 808.000 yuan atau sekitar Rp 1,77 miliar, turun sekitar Rp240 jutaan.

Sementara BMW 740i varian Advanced kini dijual di kisaran Rp2,06 miliar, setelah sebelumnya berada di level Rp2,35 miliar.

Tak hanya mobil listrik dan sedan, lini SUV bermesin konvensional seperti BMW X6 dan X7 juga mengalami pemangkasan harga dua digit. Kondisi ini menunjukkan tekanan pasar yang merata di hampir seluruh segmen.

Baca Juga: Toyota Comeback ke Formula 1, Jadi Sponsor Utama Haas Mulai 2026

Menariknya, BMW China menegaskan kebijakan ini bukan bagian dari perang harga terbuka. Mereka menyebut langkah tersebut sebagai “systematic value upgrade”, sekaligus penerapan strategi “In China, For China” yang bertujuan menurunkan hambatan kepemilikan dan memperkuat daya saing merek di pasar lokal.

Dampaknya langsung terlihat pada struktur harga BMW di China. Jika sebelumnya hanya tiga model BMW yang dipasarkan di bawah 300.000 yuan, kini jumlahnya melonjak menjadi sepuluh model.

Posisi BMW termurah kini ditempati BMW 225L M Sport dengan banderol 208.000 yuan atau sekitar Rp457 jutaan. Fenomena ini menegaskan besarnya tekanan yang dihadapi merek-merek premium global.

Gempuran pabrikan China, terutama di segmen mobil listrik, membuat BMW bersama Mercedes-Benz dan Audi semakin sering menyesuaikan harga hingga berada di bawah rekomendasi awal demi bertahan di pasar terbesar dunia tersebut.

Tags:
pasar otomotif Chinapasar otomotifpenjualan mobilpromo awal tahundiskonBMW

Erwan Hartawan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor