Holis Muhlisin Siapa dan Kerja Apa? Warga Garut yang Viral Diintimidasi Keluarga Kades Usai Kritik Pembangunan Desa

Minggu 04 Jan 2026, 10:28 WIB
Sosok Holis Muhlisin (31) tengah menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan dirinya diduga menjadi korban intimidasi viral di media sosial. (Sumber: Facebook/Holis Muhlisin)

Sosok Holis Muhlisin (31) tengah menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan dirinya diduga menjadi korban intimidasi viral di media sosial. (Sumber: Facebook/Holis Muhlisin)

Holis diketahui merupakan warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia bukan pejabat, bukan pula tokoh politik.

Dalam kesehariannya, Holis Muhlisin sendiri bekerja sebagai penjual telur keliling kampung.

Aktivitas sederhana itu dijalaninya sambil tetap menyuarakan aspirasi terkait kondisi infrastruktur desa yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat.

Baca Juga: Apa Instagram Icen MCI 13 ? Resep Mochi Pisang Ijo Viral, Tim Chef Devina Dituding Plagiasi

Respons Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Kasus viral ini turut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, Dedi secara tegas mengingatkan jajaran pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga rukun warga, agar tidak melakukan intimidasi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik.

"Jangan pernah melakukan intimidasi (atau) pengancaman, dalam dunia yang sudah serba terbuka. Kita ini aparat kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya.

Menurut Dedi, kritik dari masyarakat seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perubahan dan perbaikan, bukan justru dibalas dengan ancaman atau tekanan.

Lebih lanjut, kata dia, era saat ini bukan lagi zamannya mencaci atau menekan warga yang mengkritik kinerja pemerintah.

Ia berharap, kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di wilayah Kecamatan Cisewu.

Dedi juga memerintahkan pemerintah setempat bersama Bupati Garut untuk segera melakukan langkah rekonsiliasi dan memperbaiki kondisi pembangunan desa.


"Jangan membiarkan ada tindakan intimidatif terhadap terhadap kritik," tandasnya.


Berita Terkait


News Update