POSKOTA.CO.ID - Borneo FC meraih kemenangan dramatis sekaligus penting dengan mengalahkan PSM Makassar 2-1 dalam laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Sabtu 3 Januari 2026 sore WIB.
Dua gol Joel Vinicius di babak kedua menjadi penentu setelah timnya sempat tertinggal lebih dulu.
Kemenangan ini mengembalikan Borneo FC ke puncak klasemen sementara dengan 37 poin, sekaligus mengakhiri tren negatif empat pertandingan tanpa kemenangan. Sementara PSM tertahan di posisi sembilan dengan 19 poin.
Jalannya Pertandingan: Kejutan Awal dan Kebangkitan Epik
PSM membuka pertandingan dengan kejutan. Baru dua menit berjalan, Alex Tank (Alex De Aguiar Gomes) berhasil mencatatkan gol cepat melalui sontekan jarak dekat. Gol yang sempat ditinjau VAR ini sah dan memberi keunggulan 1-0 bagi tim tamu.
Borneo FC kesulitan menembus pertahanan PSM di sisa babak pertama. Puncak kekeuan tuan rumah terjadi jelang turun minum ketika Joel Vinicius berhasil membobol gawang PSM. Namun, setelah pengecekan VAR, gol tersebut dianulir karena offside, membuat skor 1-0 bertahan hingga istirahat.
Tekanan Borneo FC meningkat drastis di babak kedua. Hasilnya terlihat pada menit ke-68. Mariano Peralta mengirimkan umpan silang yang sempurna untuk disundul Joel Vinicius, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan membangkitkan atmosfer Stadion Segiri.
PSM tampak kesulitan menghadapi gempuran Borneo. Pada menit ke-88, Joel Vinicius kembali menjadi pahlawan. Ia menyelesaikan tendangan sudut dengan sundulan keras yang tak terbendung, mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Borneo FC.
PSM berusaha mengejar ketertinggalan di masa injury time, termasuk melalui beberapa tendangan sudut beruntun, tetapi pertahanan dan kiper Nadeo Argawinata berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Laga ini menjadi cerita dua babak yang berbeda. PSM tampil efektif dan disiplin di babak pertama, memanfaatkan kesalahan konsentrasi lawan. Namun, Borneo FC yang dinilai kurang greget di babak pertama bangkit dengan semangat luar biasa di babak kedua.
Dominasi dan intensitas serangan yang ditingkatkan pelatih Fabio Lefundes akhirnya membuahkan hasil melalui aksi mematikan sang penyerang utama.
