JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Jasa Marga mencatat sebanyak 2.480.105 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama 15 hari periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pada saat bersamaan, arus balik penumpang mulai memadati Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, data tersebut dihimpun sejak Kamis, 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB hingga Jumat, 2 Januari 2026 pukul 06.00 WIB.
“Jasa Marga juga mencatat 2.480.105 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada 15 hari periode libur Nataru,” ujar Rivan kepada awak media, Sabtu, 3 Januari 2026.
Menurut Rivan, angka tersebut meningkat 12,85 persen dibandingkan lalu lintas harian normal.
Baca Juga: Dishub DKI Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas usai Libur Tahun Baru 2026
“Meningkat 12,85 persen dari lalin normal 2.197.652 kendaraan atau 85,07 persen telah melintas dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, perhitungan dilakukan berdasarkan volume kendaraan di empat gerbang tol utama, yakni GT Cikupa arah Merak, GT Ciawi arah Puncak, GT Cikampek Utama arah Trans Jawa, dan GT Kalihurip Utama arah Bandung.
Selain itu, Rivan menyampaikan diskon tarif tol sebesar 20 persen masih diberlakukan di ruas Tol Manado–Bitung.
“Diskon tarif tol di ruas Jalan Tol Manado–Bitung masih berlaku hingga 10 Januari 2026, dengan ketentuan stimulus ini berlaku untuk kedua arah perjalanan bagi semua golongan kendaraan untuk pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dengan menggunakan kartu tol elektronik,” kata Rivan.
“Kami berharap insentif ini dapat terus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Nataru 2025/2026,” sambungnya.
Rivan juga mengimbau pengguna jalan tol untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan informasi lalu lintas terkini.
“Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, gunakan waktu dengan bijak dengan memanfaatkan waktu yang cukup untuk beristirahat di rest area, memastikan kecukupan BBM, dan saldo kartu uang elektronik serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” ungkapnya.
Arus Balik di Terminal Pulo Gebang

Sementara itu, arus balik penumpang terpantau ramai di Terminal Terpadu Pulo Gebang. Aktivitas kedatangan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) berlangsung padat, didominasi pemudik yang kembali ke Jakarta usai menghabiskan libur akhir tahun di kampung halaman.
Bus-bus besar berjajar di jalur terminal, sementara sebagian penumpang langsung menuju pintu keluar dan lainnya memilih beristirahat di ruang tunggu.
Baca Juga: Arus Balik Nataru di Terminal Pulo Gebang Meningkat, Penumpang Diprediksi Tembus 3.000 Orang
Salah satu penumpang, Novi, 45 tahun, mengaku baru tiba di Jakarta setelah pulang kampung ke Yogyakarta bersama suaminya.
“Enggak ada kendala sih, nyaman-nyaman aja. Naik busnya enak,” ujar Novi saat ditemui di Terminal Pulo Gebang, Sabtu, 3 Januari 2026.
Ia berangkat dari Terminal Jombor, Yogyakarta, sekitar pukul 07.30 WIB dan hanya sekali berhenti di rest area.
“Tadi berhenti di rest area sekali aja, tempat makan Indoren. Selebihnya lancar,” katanya.
Novi menyebut membeli tiket bus secara daring dengan harga sekitar Rp400 ribu.
“Tiket tadi 400 ribu beli online,” ucapnya.
Penumpang lainnya, Naufal, 33 tahun, tiba bersama istri dan anak-anaknya setelah pulang kampung ke wilayah Jawa.
“Alhamdulillah perjalanan lancar, enggak ada kendala,” ujar Naufal.
Menurutnya, bus masih menjadi pilihan utama keluarganya karena dinilai nyaman dan terjangkau.
“Setiap pulang kampung selalu naik bus, karena nyaman dan murah juga. Anak-anak juga lebih suka naik bus,” tuturnya.
Ia menambahkan, libur sekolah menjadi alasan utama keluarganya mudik pada periode Nataru.
“Pulang kampung juga karena anak-anak kan libur sekolah,” katanya.
Pengelola Terminal Pulo Gebang memprediksi kepadatan penumpang arus balik masih akan berlanjut hingga malam dan hari berikutnya, seiring berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru serta aktivitas masyarakat yang kembali normal. (cr-4)