Tanpa Kembang Api, Sampah Perayaan Tahun Baru di Jakarta Berkurang

Kamis 01 Jan 2026, 13:53 WIB
Petugas kebersihan saat bertugas seusai perayaan malam tahun baru di Jakarta, Kamis, 31 Desember 2025. (Sumber: Dok. DLH Jakarta)

Petugas kebersihan saat bertugas seusai perayaan malam tahun baru di Jakarta, Kamis, 31 Desember 2025. (Sumber: Dok. DLH Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mencatatkan 415 meter kubik atau 91,41 ton sampah saat malam tahun baru 2026.

Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, jumlah tersebut lebih sedikit daripada tahun lalu, sebanyak 132 ton sampah.

Proses pembersihan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak malam hingga dini hari. Menurutnya, pertambahan jumlah pedagang kaki lima serta hujan ringan yang turun di sejumlah lokasi membuat sebagian pembersihan harus dilakukan secara manual.

“Hujan menyebabkan sampah basah dan menempel di badan jalan sehingga membutuhkan penanganan ekstra. Namun, menjelang Subuh seluruh area sudah bersih dan siap digunakan warga,” kata Asep dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Januari 2026.

Baca Juga: Perayaan Tahun Baru, DLH Jakarta Angkut 91,41 Ton Sampah

Menurut Asep, penanganan sampah dilakukan di sejumlah titik konsentrasi perayaan di Jakarta, antara lain kawasan Bundaran HI, Jalan Sudirman-MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD dan Bursa Efek Indonesia. Kemudian, kawasan Monumen Nasional (Monas) dan seluruh Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng, serta kawasan Masjid Istiqlal dan sekitarnya.

Pembersihan dilakukan ribuan petugas kebersihan dengan dukungan armada pengangkut sampah. Asep menilai kebijakan tanpa kembang api, kondisi cuaca, serta konsep perayaan yang lebih sederhana berkontribusi pada penurunan volume sampah tahun ini.

"Kami mengapresiasi kinerja para petugas kebersihan yang bekerja sejak malam hingga dini hari," ujar dia.

Selain itu, apresiasi turut disampaikan kepada masyarakat yang dinilai semakin sadar menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Baca Juga: 91,41 Ton Sampah Sisa Perayaan Tahun Baru di Jakarta, DLH: Volume Berkurang Dibanding Tahun Lalu

Ia menyebutkan, perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama lintas iman sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah daerah.


Berita Terkait


News Update