Waspada titik macet KM 66! Ini strategi lengkap Korlantas untuk Anda yang mudik balik dari Jawa dan Bandung ke Jakarta pasca libur Nataru 2026. Cek rute alternatifnya di sini. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA RAYA

Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Nataru 2026: Korlantas Siapkan Contraflow hingga One Way

Kamis 01 Jan 2026, 15:19 WIB

POSKOTA.CO.ID - Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) telah mengaktivasi sejumlah skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru, Nataru 2025/2026.

Fokus utama tertuju pada pergerakan kendaraan dari wilayah Jawa dan Bandung yang menuju Ibu Kota Jakarta.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa strategi ini dirancang berdasarkan pemetaan potensi lonjakan dan titik-titik pertemuan arus kendaraan yang rawan kemacetan. Salah satu titik kritis yang menjadi perhatian adalah Kilometer 66 Ruas Tol Jakarta-Cikampek.

“Untuk arus balik, strategi kami mengacu pada perkembangan lonjakan arus. Kami akan mengelola kondisi ketika nanti terjadi crossing atau pertemuan arus dari Jawa dan dari Bandung di KM 66,” jelas Agus dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu 31 Desember 2025.

Baca Juga: Ikuti Arahan Gubernur, Jakpro Atur Penjualan Tiket Planetarium Jakarta 50 Persen Online dan 50 Persen Langsung

Pemanfaatan Jalur Alternatif dan Skema Khusus

Untuk mengurai kepadatan di titik tersebut, salah satu opsi utama yang dipertimbangkan adalah pemanfaatan fungsional Tol Jakarta–Cikampek Selatan (Japek Selatan). Jalur alternatif ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di ruas tol utama.

“Kami akan pertimbangkan izin pemanfaatan fungsional Japek Selatan bersama Jasa Marga, menyesuaikan kondisi lapangan,” kata Agus.

Pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada tanggal 1 dan 4 Januari 2026, di mana volume kendaraan diperkirakan melonjak signifikan, Japek Selatan akan dioptimalkan untuk mencegah penumpukan kendaraan di KM 66.

“Saat arus puncak, kami menyarankan penggunaan Japek Selatan secara fungsional agar pertemuan arus di KM 66 dapat terkelola dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga: Tawuran Remaja Pecah di Flyover Klender Saat Malam Tahun Baru 2026

Kesiapan Skema Contraflow

Korlantas juga menyiapkan skema rekayasa yang lebih intensif jika diperlukan. Jika kenaikan volume kendaraan sangat tajam, skema contraflow (lawan arus) akan diterapkan.

Sebagai langkah lanjutan, skema one way sepenggal (satu arah terbatas pada ruas tertentu) juga telah disiapkan. Penerapannya akan didasarkan pada parameter kepadatan tertentu.

“Apabila indikator parameter dari KM 414 sudah menunjukkan angka 3.600 kendaraan per jam, kami akan mencoba menerapkan one way sepenggal. Semua perencanaan pengamanan untuk arus balik telah kami siapkan,” pungkas Irjen Agus.

Dengan berbagai skema tersebut, Korlantas berharap dapat meminimalisir kemacetan panjang dan menjaga kelancaran perjalanan masyarakat usai menikmati libur Nataru.

Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi petunjuk petugas di lapangan, memantau informasi lalu lintas terkini, dan mempertimbangkan penggunaan rute alternatif yang telah disiapkan.

Tags:
contraflowJakarta–CikampekJapek SelatanJakartaBandungJawarekayasa lalu lintaspuncak arus balikNataru 2025/2026Korlantas Polri

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor