Rally Dakar 2026: Julian Johan Akhiri Penantian Panjang Indonesia

Kamis 01 Jan 2026, 15:07 WIB
Julian Johan akan mewakili Indonesia di Rally Dakar 2026 setelah 14 tahun absen. (Sumber: Istimewa)

Julian Johan akan mewakili Indonesia di Rally Dakar 2026 setelah 14 tahun absen. (Sumber: Istimewa)

“Memang Rally Dakar ini semuanya serba baru bagi saya. Mulai dari mobil yang digunakan, kemudian cuaca serta iklim yang harus dilalui. Tetapi bicara persiapannya lebih ke arah bagaimana caranya atau teknik untuk bisa mengemudikan mobil di permukaan pasir,” jelasnya.

Jeje akan mengandalkan Toyota Land Cruiser 100, kendaraan yang secara karakter tidak sepenuhnya asing baginya. Namun, adaptasi tetap dilakukan, terutama untuk menghadapi medan pasir panjang khas Timur Tengah. Pengalaman latihan di Maroko, Afrika Utara, menjadi bekal penting jelang Dakar 2026.

“Saya sudah dapat beberapa hal saat melakukan sesi latihan di Afrika. Karena secara medan, boleh dikatakan sangat mirip, sementara iklim juga mirip dan boleh dibilang latihan saat itu sangat membantu sekali utk saya bisa mendapatkan gambaran besar dan menjadi kisi-kisi yang bermanfaat untuk di dakar,” ungkapnya.

Baca Juga: Piaggio Indonesia Hadirkan Program Awal Tahun, Potongan hingga Rp12 Juta

Menyadari kerasnya persaingan dan tingkat kesulitan lintasan, Jeje memilih memasang target yang realistis pada debutnya. Ia tidak membebani diri dengan ambisi podium.

“Debut ini rasanya terlalu berlebihan atau terkesan sombong jika saya menargetkan juara, jadi kembali lagi yang saya targetkan adalah setiap harinya bisa berjalan dengan lancar, saya bisa mencapai finish setiap hari dengan keadaan kendaraan utuh, minim kerusakan, serta semua tim dalam keadaan baik,” paparnya.

Pengalaman tampil di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024 turut membentuk pendekatan Jeje dalam menghadapi Dakar. Selain kesiapan teknis, ia juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan dan survival selama kompetisi berlangsung.

“Jadi untuk untuk mengantisipasi beberapa hal pada saat balapan nanti, saya mencoba untuk lebih mempersiapkan lagi dengan barang-barang bawaan yang bersifat survival, seperti obat-obatan, perlengkapan camping, serta berbekal pengetahuan rescue atau recovery mobil juga rupanya sangat berguna,” tuturnya.

Menariknya, mobil yang akan digunakan Jeje memiliki sejarah panjang di Rally Dakar. Toyota Land Cruiser 100 tersebut pernah mengantarkan tim Toyota Jepang meraih gelar juara pada era awal 2000-an, sebelum akhirnya dimiliki oleh Compagnie Saharienne.

Dakar 2026 menjadi momen pertama kendaraan itu digunakan Jeje di ajang tersebut. Jeje juga menaruh perhatian pada identitas visual mobilnya.

“Warnanya merah putih mewakili Indonesia, dan sedikit warna hitam berkaitan dengan para sponsor yg ada. Memang mirip dengan livery pada saat pertama AXCR 2023, memang dengan sengaja saya ingin melanjutkan nafas merah putih, atau nafas Indonesia di livery pertana ini sekaligus menjadi statement indo kembali lagi di ajang Rally Dakar ini,” ujarnya.


Berita Terkait


News Update