POSKOTA.CO.ID - Persib Bandung kembali menegaskan identitasnya sebagai kekuatan konsisten di Super League 2025–2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Maung Bandung meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Bhayangkara FC pada pekan ke-14, Minggu malam (21/12/2025).
Dua gol kemenangan dicetak oleh Ramon Tanque, penyerang yang kian menjelma sebagai simbol efektivitas dan ketenangan di lini depan Persib.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Ia menjadi representasi kedewasaan taktik, kedalaman skuad, serta keteguhan mental Persib dalam persaingan papan atas liga. Dengan hasil ini, Persib untuk sementara menggeser Persija Jakarta dari posisi kedua klasemen dengan koleksi 31 poin, mempertegas ambisi mereka dalam perburuan gelar musim ini.
Baca Juga: seedbacklink Summit 2026 Jadi Forum Strategis Praktisi Marketing Indonesia
Babak Pertama: Tekanan Awal dan Gol Pembuka Cepat
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib tampil agresif dengan intensitas tinggi. Dominasi penguasaan bola dan pressing rapat menjadi fondasi permainan tim asuhan Bojan Hodak.
Peluang pertama hadir pada menit ke-9 lewat sundulan Berguinho yang memanfaatkan umpan silang Eliano Reijnders, namun masih mampu diamankan oleh kiper Bhayangkara FC, Aqil Savik.
Satu menit berselang, tekanan Persib berbuah hasil. Ramon Tanque mencetak gol pembuka melalui sepakan mendatar yang terukur, menembus pertahanan Bhayangkara dan membawa Persib unggul 1-0. Gol cepat tersebut menjadi penanda efektivitas permainan Persib yang tidak banyak membuang peluang.
Bhayangkara FC sebenarnya tidak tampil pasif. Tim tamu mencoba merespons melalui tembakan jarak jauh Firza Andika, meski belum menemui sasaran. Hingga akhir babak pertama, Persib tetap unggul 1-0 setelah sejumlah peluang tambahan gagal dikonversi menjadi gol.
Babak Kedua: Ramon Tanque Mencatatkan Gol Keduanya
Memasuki babak kedua, Persib tidak mengendurkan tekanan. Tendangan bebas Federico Barba sempat mengancam, diikuti beberapa peluang emas Ramon Tanque yang kembali digagalkan Aqil Savik.
Momen ini menunjukkan duel antara penyerang dan penjaga gawang, yang pada akhirnya dimenangkan oleh ketenangan sang striker Persib.
Pada menit ke-62, Ramon Tanque mencatatkan gol keduanya. Menerima umpan matang dari Thom Haye, Tanque menyelesaikan peluang dengan presisi tinggi. Gol ini tidak hanya memperlebar keunggulan menjadi 2-0, tetapi juga mematahkan momentum perlawanan Bhayangkara FC.
Di sisa waktu pertandingan, kedua tim saling bertukar serangan. Namun, solidnya lini belakang Persib dan disiplin organisasi permainan membuat Bhayangkara kesulitan menciptakan peluang bersih. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.
Penampilan Ramon Tanque layak mendapat sorotan khusus. Dua gol yang ia ciptakan bukan hanya soal statistik, tetapi juga refleksi dari peran vitalnya dalam sistem permainan Persib. Ia hadir sebagai finisher yang tenang, kuat dalam duel, dan mampu membaca ruang dengan cerdas.
Lebih dari itu, Tanque menjadi simbol keteguhan mental Persib musim ini tim yang tidak selalu harus bermain indah, tetapi tahu kapan harus efektif dan menentukan.
Bhayangkara FC: Kekalahan yang Tetap Menyimpan Nilai
Meski menelan kekalahan kelima musim ini, Bhayangkara FC menunjukkan performa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Struktur permainan mereka cukup rapi, transisi berjalan baik, dan kiper Aqil Savik tampil impresif dengan sejumlah penyelamatan krusial.
Hasil ini membuat Bhayangkara tetap bertahan di peringkat kesembilan klasemen dengan 19 poin. Kekalahan di GBLA menjadi pengingat bahwa detail kecil dan efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah utama.
Baca Juga: Cekcok di Jalan Berujung Maut, Pengendara Motor Tewas di Petukangan Jaksel
Klasemen dan Implikasi Jangka Panjang
Bagi Persib, kemenangan ini berdampak signifikan dalam persaingan papan atas. Menggeser rival langsung seperti Persija memberi dorongan psikologis kuat menjelang fase krusial kompetisi.
Konsistensi hasil dan kedalaman skuad menjadi modal penting jika Maung Bandung ingin berbicara banyak hingga akhir musim.
Sebaliknya, Bhayangkara FC perlu menjadikan laga ini sebagai bahan evaluasi untuk menjaga stabilitas performa agar tidak tertinggal dari zona persaingan lima besar.