Mendagri Tito Karnavian Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana di Lhokseumawe

Minggu 30 Nov 2025, 17:20 WIB
Mendagri, Tito Karnavian (kanan), meninjau lokasi bencana banjir di Kota Lhokseumawe, Aceh pada Minggu 30 November 2025. (Sumber: Puspen Kemendagri)

Mendagri, Tito Karnavian (kanan), meninjau lokasi bencana banjir di Kota Lhokseumawe, Aceh pada Minggu 30 November 2025. (Sumber: Puspen Kemendagri)

LHOKSEUMAWE, POSKOTA.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meninjau lokasi bencana banjir di Kota Lhokseumawe, Aceh pada Minggu 30 November 2025.

Kunjungan Mendagri dilakukan untuk memastikan kondisi terkini penanganan darurat, termasuk ketersediaan logistik, akses transportasi, hingga jaringan listrik bagi masyarakat terdampak.

Sejak pagi, Mendagri bersama rombongan bergerak dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe. Mendagri yang didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA menuju lokasi menggunakan transportasi udara lantaran akses jalur darat terputus.

“Saya dapat informasi bahwa untuk Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen, jembatan jalan terputus baik [dari] Banda Aceh maupun [dari] Medan,” ujarnya saat menemui para korban di Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe.

Baca Juga: Wamendagri Wiyagus: Harmony Award Jadi Momentum Penguatan Kerukunan di Daerah

Ia menyampaikan bahwa kehadirannya ke Kota Lhokseumawe bertujuan memastikan apakah bandar udara, dermaga, maupun jalan di wilayah tersebut sudah dalam kondisi baik. Ia juga ingin melihat perbaikan jaringan listrik yang saat ini masih berlangsung.

“Saya sudah diskusi sama Pak Wali Kota, apa saja yang diperlukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mendagri menekankan pentingnya menambah pasokan logistik di daerah tersebut.

“Prinsipnya untuk masalah makanan, ini yang saya akan bawa segera kemari di siang ini. Saya sampaikan, baik melalui komunikasi maupun langsung, untuk logistik harus ditambah. Baik pangan, kemudian juga pakaian, kebutuhan-kebutuhan yang lain-lain, pampers, termasuk juga BBM (bahan bakar minyak),” tegasnya.

Mendagri juga menyoroti pentingnya memastikan ketersediaan BBM di Kota Lhokseumawe. Meski antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak sepanjang di Kabupaten Pidie Jaya, ia menegaskan perlunya penguatan stok BBM.

“Lebih baik kelebihan daripada kekurangan, itu prinsip kita,” jelasnya.


Berita Terkait


News Update