Di Indonesia, kenaikan harga emas dunia biasanya diikuti dengan peningkatan harga emas batangan Antam. Kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Investor lokal pun cenderung meningkatkan pembelian emas saat kondisi ekonomi dan politik tidak stabil.
Secara historis, emas telah menjadi aset yang relatif stabil dan sering dijadikan instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Dengan kondisi global yang tidak menentu, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut.
Prediksi UBS menunjukkan bahwa harga emas dunia masih memiliki ruang untuk tumbuh signifikan hingga 2026. Faktor seperti:
- kebijakan moneter Federal Reserve,
- penurunan yield obligasi,
- tekanan fiskal AS,
- ketidakpastian politik, dan
- permintaan ETF global,
- menjadi pendorong utama kenaikan harga.
Meskipun prospeknya optimistis, investor tetap disarankan memperhatikan dinamika kebijakan bank sentral dan aktivitas penjualan emas oleh institusi keuangan global yang berpotensi memengaruhi arah pasar.
