Harga Emas Diproyeksikan Melonjak hingga 2026, Ini Faktor Pemicu Utamanya

Minggu 30 Nov 2025, 20:00 WIB
Harga emas global memasuki tren bullish, dipicu meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter global. (Sumber: Pinterest/Dove Investire)

Harga emas global memasuki tren bullish, dipicu meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter global. (Sumber: Pinterest/Dove Investire)

POSKOTA.CO.ID - Harga emas dunia diperkirakan mengalami kenaikan berkelanjutan dalam beberapa bulan dan tahun mendatang.

Berdasarkan laporan terbaru dari UBS, salah satu institusi keuangan terbesar asal Swiss, lonjakan permintaan emas dipicu oleh kombinasi faktor global seperti pemangkasan suku bunga, penurunan imbal hasil obligasi, tekanan fiskal Amerika Serikat (AS), serta kondisi politik yang semakin tidak stabil.

Menurut Chief Investment Office UBS, permintaan emas yang sempat melemah pada akhir Oktober kembali menunjukkan penguatan. "Setelah sempat terkoreksi, harga emas kini bergerak naik. Kami memperkirakan permintaan yang meningkat akan mendukung tren kenaikan harga ke depan," tulis UBS dalam laporan yang dikutip Kitco News (29/11/2025).

Baca Juga: Jalan Bomang dan Puncak 2 Prioritas Pembangunan Pemkab Bogor Tahun Depan

Dinamika Kebijakan The Fed dan Dampaknya

UBS menilai kebijakan moneter Federal Reserve menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga emas. Pemangkasan suku bunga dan penurunan real yield membuat emas semakin menarik sebagai aset lindung nilai (safe haven) dibanding instrumen pasar uang dan obligasi.

Selain itu, meningkatnya risiko fiskal AS, gejolak politik dalam negeri, dan potensi ketidakstabilan ekonomi global berpotensi membuat bank sentral dan investor institusional meningkatkan kepemilikan emas fisik maupun melalui instrumen keuangan seperti ETF.

Proyeksi Harga Emas Hingga 2026

Pada 20 November 2025, UBS memperbarui target harga emas dengan kenaikan signifikan. Rinciannya sebagai berikut:

  • Skema Prediksi UBS Proyeksi Harga Catatan
  • Prediksi Utama US$ 4.500/troy ons Sebelumnya US$ 4.200
  • Skenario Optimistis US$ 4.900/troy ons Jika risiko geopolitik dan krisis membesar
  • Skenario Konservatif US$ 3.700/troy ons Jika tekanan pasar mereda

UBS juga menyatakan bahwa permintaan emas, terutama melalui instrumen ETF, diprediksi tetap solid hingga pertengahan 2026. Namun, faktor risiko tetap ada. Apabila The Fed kembali agresif dalam kebijakan suku bunga (hawkish) atau terjadi aksi jual oleh bank sentral tertentu, kenaikan harga bisa tertahan.

Harga Perak Ikut Mengikuti Tren

Tidak hanya emas, harga perak juga menunjukkan kecenderungan meningkat. Dalam laporan terpisah pada 3 November 2025, UBS menegaskan bahwa koreksi harga emas yang terjadi sebelumnya bersifat sementara dan masih dalam pola bullish besar.

Jika situasi geopolitik kembali memanas, harga emas diproyeksikan mampu mencapai US$ 4.700 per troy ons, melampaui proyeksi utama. Saat artikel ini disusun, harga emas global berada di kisaran US$ 4.200 per troy ons, meningkat sekitar 61% sepanjang 2025.

Baca Juga: Kejar-kejaran dengan Petugas, Pelaku Curanmor Tangerang Diringkus

Dampak ke Pasar Domestik


Berita Terkait


News Update