POSKOTA.CO.ID - Viral di media sosial penampakan seekor gajah Sumatera mati terjepit puing-puing kayu yang ikut terseret banjir bandang beberapa waktu lalu.
Bangkai gajah yang terhimpit kayu itu diketahui ditemukan di kawasan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada 29 November 2025.
Penampakan pilu ini pun seketika langsung menghebohkan netizen di dunia Maya karena nasib tragis yang menimpa gajah tersebut.
Baca Juga: Kenapa Banjir Sumatera Bukan Bencana Nasional? Ternyata Ini Alasan Pemerintah
Dalam gambar yang beredar di media sosial, terlihat jika bangkai gajah itu tertimbun puing-puing kayu dan lumpur hingga setengah badannya terpendam dengan kepala yang menghadap ke bawah dan beberapa bagian tubuh yang berdarah.
Matinya gajah Sumatera dalam keadaan terhimpit kayu yang terbawa arus banjir itu membuat geram publik di tengah ramainya isu penebangan ilegal di sejumlah hutan Sumatera yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir bandang dan longsor yang terjadi di daerah tersebut.
Terlebih lagi, belakangan ini juga ramai diperbincangkan mengenai dugaan pembebasan lahan di Taman Nasional Tesso Nilo menjadi kebun sawit yang membuat habitat Gajah Sumatera di sana terganggu.
Padahal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, merupakan habitat gajah Sumatera.
Dengan adanya kabar mengenai kematian gajah Sumatera ini membuat publik semakin penasaran dengan sisa populasi gajah Sumatera di Indonesia.
Lantas, berapa sisa gajah Sumatera saat ini?
Ada Berapa Populasi Gajah Sumatera Saat Ini?

Melansir dari laman green network, populasi gajah Sumatera terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun dan masuk kategori hewan terancam punah.
Berdasarkan data tahun 2021, populasi gajah Sumatera diperkirakan tersisa hanya 924-1.359 ekor. Jumlah tersebut pun diperkirakan semakin menurun pada tahun 2025 ini.
Baca Juga: Deretan Artis Turut Sampaikan Pesan Duka dan Galang Dana untuk Banjir Sumatera
Makin sempitnya area hutan yang menjadi rumah gajah Sumatera akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit dan kayu dinilai sebagai faktor utama yang mendorong penurunan populasi gajah Sumatera.
Di Pulau Sumatera, deforestasi dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan industri telah mengancam habitat dan populasi gajah sumatera dalam beberapa dekade terakhir.