Libatkan Pihak Eksternal, KAI Lakukan Simulasi Tanggap Darurat LRT Jabodebek

Sabtu 29 Nov 2025, 16:35 WIB
Petugas keamanan mengevakuasi penumpang saat simulasi tanggap darurat pada layanan LRT Jabodebek, Jumat malam, 28 November 2025. (Sumber: Dok LRT Jakarta)

Petugas keamanan mengevakuasi penumpang saat simulasi tanggap darurat pada layanan LRT Jabodebek, Jumat malam, 28 November 2025. (Sumber: Dok LRT Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - KAI kembali melakukan simulasi tanggap darurat pada layanan LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi), Jumat malam, 28 November 2025.

Simulasi tanggap darurat ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan petugas LRT Jabodebek saat menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan yang digelar di Stasiun Harjamukti ini, juga dilakukan untuk menguji kemampuan respons petugas sekaligus memastikan prosedur penanganan keadaan darurat berfungsi optimal.

Simulasi kali ini juga melibatkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta serta Kota Depok untuk memastikan keselarasan penanganan ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan kerja sama lintas instansi.

Baca Juga: Melintas di Atas Flyover dan Tol Wiyoto Wiyono, Pengerjaan LRT Velodrome-Manggarai tak Ganggu Lalu Lintas

Petugas keamanan mengevakuasi penumpang saat simulasi tanggap darurat pada layanan LRT Jabodebek, Jumat malam, 28 November 2025. (Sumber: Dok. LRT Jakarta)

Seluruh peserta simulasi mengikuti rangkaian skenario yang disusun untuk menilai kesiapan petugas, efektivitas komunikasi, dan kejelasan pembagian tugas saat menghadapi situasi darurat.

Pelaksanaan simulasi terdiri dari dua skenario utama yang digabungkan dalam satu rangkaian simulasi. Pada bagian pertama, petugas melakukan simulasi penanganan kebakaran di area stasiun mulai dari upaya awal secara internal.

Kemudian, proses evakuasi pengguna, hingga langkah penanganan ketika terjadi kegagalan pengendalian dan memerlukan dukungan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Skenario berikutnya, peserta melakukan simulasi dengan skenario saat rangkaian kereta LRT Jabodebek mengalami gangguan di tengah jalur.

Pada kondisi tersebut, petugas melakukan evakuasi dengan memindahkan pengguna dari rangkaian kereta yang mengalami gangguan ke kereta penolong.

Vice President Operation LRT Jabodebek, Chomsa Hidayat, menyampaikan bahwa dilakukannya simulasi ini menunjukkan komitmen KAI memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna.

Baca Juga: LRT Jakarta Optimistis Target 1,2 Juta Penumpang pada 2025 Tercapai

Chomsa menambahkan bahwa simulasi yang dilakukan secara berkala ini, membantu petugas mengetahui dan mengerti peran masing-masing, sekaligus memperkuat kerja sama untuk menghadapi kondisi dan situasi yang memerlukan respons cepat dan terukur.

Pelaksanaan simulasi terjadwal ini sendiri telah menjadi budaya KAI yang selalu mengedepankan keselamatan. Diharapkan dengan simulasi ini seluruh petugas akan terlatih dalam menangani berbagai potensi gangguan yang dapat mengganggu keselamatan maupun kelancaran perjalanan.

KAI juga akan melakukan evaluasi dari kegiatan ini untuk memperkuat dan menyempurnakan prosedur penanganan keadaan darurat di layanan LRT Jabodebek. Hal ini penting untuk memastikan pengguna mengalami perjalanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan setiap hari.


Berita Terkait


News Update