POSKOTA.CO.ID – Untuk masyarakat yang ingin berinvestasi dengan potensi imbal hasil lebih tinggi daripada tabungan namun tetap berada pada tingkat risiko yang terkontrol, reksa dana obligasi menjadi salah satu pilihan yang paling banyak dipertimbangkan.
Instrumen ini menawarkan pendapatan rutin dari kupon obligasi sekaligus memberikan diversifikasi otomatis karena dikelola secara kolektif oleh manajer investasi profesional.
Sebelum mulai menempatkan dana ke produk ini, penting untuk memahami apa itu reksa dana obligasi dan bagaimana cara kerjanya. Berikut penjelasannya.
Baca Juga: 4 Aset Investasi Paling Cuan untuk Pemula Berusia 20-an
Apa itu Reksa Dana Obligasi?
Dilansir melalui situs resmi Sahabat Pegadaian, reksa dana obligasi adalah jenis instrumen investasi di mana dananya berasal dari sejumlah investor yang dikumpulkan dan dikelola oleh manajer investasi (MI).
Sebagian besar dana tersebut (sekitar 80%) kemudian ditempatkan pada instrumen obligasi atau surat utang, baik yang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan swasta, dengan tenor minimal satu tahun.
Perlu diketahui, reksa dana obligasi juga dikenal sebagai reksa dana pendapatan tetap, hanya saja istilah “reksa dana obligasi” lebih umum digunakan oleh masyarakat.
Baca Juga: 10 Instrumen Investasi Paling Aman
Instrumen ini dianggap cukup aman karena memiliki tingkat risiko menengah (moderat), sehingga cocok bagi investor yang menginginkan imbal hasil stabil dengan risiko yang masih terkontrol.
Sebelum menempatkan dana ke surat utang, manajer investasi akan menganalisis profil risiko setiap investor terlebih dahulu secara detail.
Dengan demikian, investor berpeluang memperoleh pendapatan rutin dari kupon (bunga) obligasi yang disalurkan melalui manajer investasi, sambil tetap menjaga tingkat risiko sesuai karakteristik investasinya.
