Anggota Polda Metro Jaya menunjukkan foto-foto olah TKP kasus ledakan di SMAN 72 saat konferensi pers di Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 11 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)

Nasional

Polisi Ungkap Detik-detik Pelaku Meledakan Bom Low Explosive di SMAN 72

Selasa 11 Nov 2025, 21:12 WIB

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya membeberkan rangkaian peristiwa sebelum ledakan bom mengguncang SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, terlihat jelas Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) berinisial F beraktivitas dengan tenang di lingkungan sekolah sebelum memicu ledakan dari dalam masjid.

“F pertama kali terekam pukul 06.28 WIB masuk sekolah mengenakan seragam lengkap, membawa tas punggung merah dan tas biru di tangan. Aktivitas pagi berjalan normal, termasuk berpapasan dengan salah satu guru,” Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 November 2025.

Menjelang siang, sekitar pukul 11.43 WIB, F terekam berjalan tanpa alas kaki di lorong lantai satu, kemudian masuk ke area masjid satu menit kemudian.

Baca Juga: Ditetapkan sebagai ABH, Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta Dijerat Dua Pasal

Pada pukul 12.02 WIB, F berganti pakaian mengenakan kaus putih dan celana hitam sambil membawa senjata mainan dan alat pemicu yang diduga remote bom.

Beberapa detik kemudian, tepat pukul 12.02.51, CCTV merekam kilatan cahaya merah dari dalam masjid diikuti suara ledakan keras dan semburan asap putih.

F tampak berlari keluar dari lokasi, sementara siswa lain panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

“Semua terekam jelas pada kamera di lorong lantai satu timur dua,” kata Roberto.

Akibat ledakan tersebut, sebanyak 96 orang mengalami luka-luka. Hingga kini, 32 di antaranya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Sementara itu ABH sendiri, hingga saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baca Juga: Polisi Dalami Motif Pelaku Ledakan Bom Dekat Kepala di SMAN 72 Jakarta

Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo, mengatakan bahwa sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang cukup kuat.

Dia mengatakan, meski kondisi fisik para korban mulai membaik, tapi pemulihan mental justru menjadi tantangan terbesar pascakejadian.

"Kami merasa pemulihan secara jasmani akan terjadi dengan cepat karena karakter anak-anak masih muda, kecuali pada bagian pendengaran yang sekitar dua pertiga mengalami gangguan pendengaran," jelas Pradono.

Tags:
Polda Metro Jayabompelaku ledakan di SMAN 72ledakan di SMAN 72SMAN 72

Ali Mansur

Reporter

Mohamad Taufik

Editor