Pemilihan tanggal 12 November dilakukan untuk menyeimbangkan dengan Hari Ibu Nasional (22 Desember) yang lebih dulu ditetapkan.
Makna Hari Ayah di Era Modern
Peringatan Hari Ayah kini memiliki makna yang lebih luas. Bukan hanya soal keluarga inti, tetapi juga menghormati semua sosok ayah, termasuk ayah tunggal, ayah tiri, kakek yang membesarkan cucunya, atau bahkan figur ayah dalam komunitas sosial yang memberikan teladan dan perlindungan bagi anak-anak di sekitarnya.
Baca Juga: Hari Bubur Sedunia Diperingati Tiap Tanggal 10 Oktober, Berikut Sejarah dan Jenisnya
Dalam konteks modern, Hari Ayah juga menjadi momentum untuk menyoroti kesetaraan peran orang tua, pentingnya work-life balance, serta dukungan terhadap ayah yang ikut aktif dalam pengasuhan anak.
Kenapa Hari Ayah penting diperingati?
Masih dilansir dari situs yang sama, kita ketahui bahwa selama ini, figur ayah kerap dipandang sebagai sosok yang kuat dan bekerja keras, tetapi jarang mendapat ruang untuk diekspresikan secara emosional.
Hari Ayah menjadi kesempatan untuk menghargai peran ayah secara utuh, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan panutan moral bagi keluarga.
Menurut psikolog keluarga Seto Mulyadi (Kak Seto), kehadiran dan kasih sayang seorang ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan karakter anak.
“Anak yang dekat dengan ayah cenderung memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dan kemampuan sosial yang lebih baik,” ujarnya dalam seminar Hari Ayah Nasional 2018.
Selain itu, peringatan Hari Ayah juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab keluarga adalah kerja sama antara ayah dan ibu, bukan beban sepihak.
Demikian informasi mengenai Hari Ayah Nasional.
