POSKOTA.CO.ID - San Francisco, yang dikenal sebagai episentrum perkembangan kecerdasan buatan, siap menjadi saksi momen penting Samsung.
Perusahaan asal Korea Selatan itu memutuskan untuk kembali ke kota tersebut setelah terakhir kali pada 2025, menegaskan fokus mereka yang kuat pada ekosistem AI.
Pemilihan lokasi ini bukanlah kebetulan, melainkan sinyal jelas bahwa Samsung Galaxy S26 akan mengusung kecerdasan buatan sebagai tulang punggung inovasinya.
Penundaan peluncuran dari jadwal rutin akhir Januari diduga kuat akibat penyesuaian lini produk. Kabar yang beredar menyebutkan Samsung sempat merencanakan kehadiran varian "Pro" dan "Edge", namun membatalkannya menyusul respons pasar yang kurang positif terhadap Galaxy S25 Edge.
Baca Juga: Cari HP Baterai 6000 mAh? Cek Daftar Ponsel Ini Harganya Rp3 Jutaan
Keputusan ini menunjukkan strategi Samsung yang lebih berhati-hati dan fokus pada model yang telah terbukti diterima pasar.
Spesifikasi Teknis: Lompatan Besar Chipset dan Kamera

Seri Galaxy S26, yang terdiri dari model standar, Plus, dan Ultra, diprediksi akan membawa lompatan signifikan dalam hal performa.
Dual-Chipset Mutakhir: Yang paling mencolok adalah rencana penggunaan chipset Exynos 2600 yang dibangun dengan proses fabrikasi 2nm di beberapa pasar.
Ini akan menjadi salah satu chipset smartphone pertama yang menggunakan teknologi 2nm, yang menjanjikan efisiensi daya dan performa yang jauh lebih unggul. Untuk wilayah lain, Samsung akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 berproses 3nm dari Qualcomm.
Ultra sebagai Raja Kamera: Samsung Galaxy S26 Ultra kembali ditunjuk sebagai varian andalan. Spesifikasinya mengerikan: layar OLED Quad HD M14 seluas 6,9 inci, baterai raksasa 5.400mAh, dan sistem kamera yang ditingkatkan.
Sensor utamanya diprediksi tetap 200 megapiksel namun dengan penyempurnaan, didukung oleh sensor telefoto 50MP dengan zoom optik 5x dan kamera telefoto kedua untuk zoom 3x. Fitur layar privasi berbasis AI juga akan menghiasi varian ini.
