Teknologi LIPO meminimalkan bingkai layar hingga 1.5mm, memberikan rasio layar-ke-bodi yang lapang sebesar 94.5%. Daya tahan menjadi salah satu pilar utama. Baterai berkapasitas 5.500mAh diklaim tahan hingga 15 jam pemakaian.
Yang lebih mengesankan, pengisian cepat 90W HyperCharge dapat mengisi penuh hanya dalam 36 menit. Xiaomi juga tetap menyertakan pengisian nirkabel 50W yang mengisi penuh dalam sekitar 56 menit.
HyperOS 2 dan Janji Masa Depan
Xiaomi 15T Pro berjalan di atas HyperOS 2 berbasis Android 15. Meski bukan yang terbaru, Xiaomi telah berjanji bahwa perangkat ini akan menjadi yang pertama menerima update ke HyperOS 3 dengan Android 16, memberikan jaminan evolusi perangkat lunak di masa depan.
Baca Juga: Seri iPhone 17 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Cek Harga Resmi iBox dan Jadwal Pre Order
Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Kelebihan:
- Kamera Serba Bisa: Kolaborasi Leica dengan lensa Summilux dan telefoto 5x OIS pertama di seri T.
- Performa Flagship: Chipset Dimensity 9400+ 3nm dengan skor benchmark top-tier.
- Layar Immersif: AMOLED 144Hz dengan kecerahan sangat tinggi dan bezel super tipis.
- Baterai Tangguh: Kapasitas 5.500mAh didukung pengisian cepat 90W dan nirkabel 50W.
- Nilai Investasi: Spesifikasi flagship dengan harga di bawah Rp 10 juta.
Kekurangan:
- Tidak Ada Bypass Charging: Pengguna disarankan tidak bermain game atau menonton video lama saat mengisi daya karena dapat memicu panas dan mempengaruhi kesehatan baterai.
- HyperOS Belum Versi Terbaru: Meski dijanjikan update, OS bawaan bukanlah generasi terbaru.
Baca Juga: 5 Alasan Jangan Dulu Beli iPhone 17 dan Menunggu iPhone 18 Rilis
Xiaomi 15T Pro hadir sebagai paket lengkap yang sulit ditolak. Dengan kombinasi kamera Leica yang mumpuni, performa tangguh, layar memukau, dan baterai tahan lama di banderol Rp9.999.000.
Ponsel ini bukan sekadar alternatif, tetapi menjadi pesaing serius di pasar smartphone flagship terjangkau. Ia adalah bukti bahwa pengalaman premium tak selalu harus berharga selangit.
