Harta Kekayaan Menteri Koperasi Ferry Juliantono Rp 52 M, Menteri Haji Gus Irfan Rp 16 M (Sumber: Instagram)

Nasional

Berapa Harta Kekayaan Menteri Baru? Ferry Juliantono Tercatat Rp 52 Miliar, Gus Irfan Rp 16 Miliar Menurut LHKPN

Selasa 09 Sep 2025, 07:08 WIB

POSKOTA.CO.ID - Setiap kali terjadi reshuffle kabinet, publik bukan hanya memperhatikan siapa yang masuk dan keluar, melainkan juga bagaimana latar belakang hingga harta kekayaan pejabat yang baru dilantik.

Transparansi ini menjadi penting mengingat pejabat publik adalah pelayan rakyat.

Salah satu instrumen resmi yang mencerminkan keterbukaan itu adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). LHKPN memberi gambaran tentang aset, tanah, bangunan, kendaraan, hingga utang pejabat negara.

Baca Juga: Ferry Irwandi Tegas ke Jenderal JO Sembiring Cs: “Saya Tidak Pernah Dididik jadi Pengecut atau Penakut"

Ferry Juliantono: Menteri Koperasi dengan Harta Rp52,3 Miliar

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjadi nama dengan harta kekayaan tertinggi di antara menteri baru. Menurut laporan LHKPN, total hartanya mencapai Rp52,3 miliar.

Aset utamanya berasal dari kepemilikan tujuh bidang tanah di Tangsel, Jakarta Selatan, Bogor, Badung, Gianyar, dan Klungkung senilai hampir Rp49 miliar. Koleksi kendaraan mewah seperti BMW X5 Xdrive, Mercedes S400, Toyota Alphard, dan Honda HR-V menambah nilai Rp3,3 miliar.

Meski memiliki harta besar, Ferry tercatat juga mempunyai utang Rp5 miliar. Hal ini menempatkan dirinya sebagai pejabat kaya dengan beban finansial yang tetap harus diperhitungkan.

Purbaya Yudhi Sadewa: Menteri Keuangan Baru dengan Harta Rp39,2 Miliar

Pengganti Sri Mulyani di kursi Menteri Keuangan adalah Purbaya Yudhi Sadewa. Ia melaporkan harta senilai Rp39,2 miliar.

Kekayaannya didominasi oleh tiga bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan nilai Rp30,5 miliar. Koleksi enam kendaraan, mulai dari Mercedes-Benz hingga motor Honda Vario, menyumbang nilai Rp3,6 miliar.

Sebagai ekonom yang lama berkecimpung di sektor keuangan, Purbaya memiliki likuiditas cukup baik dengan kas Rp4,2 miliar, tanpa utang yang membebani.

Mukhtarudin: Menteri P2MI dengan Harta Rp17,9 Miliar

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melaporkan harta Rp17,9 miliar. Sumber kekayaan utamanya adalah 21 bidang tanah dan bangunan di Bekasi, Kotawaringin Barat, serta Jakarta Selatan dengan nilai Rp16 miliar.

Ia juga memiliki kendaraan senilai Rp1,8 miliar, serta kas Rp529 juta. Namun, Mukhtarudin memiliki utang Rp606 juta yang mengurangi total bersih hartanya.

Mochamad Irfan Yusuf: Menteri Haji dan Umrah dengan Harta Rp16,2 Miliar

Mochamad Irfan Yusuf, pejabat yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Penyelenggara Haji, melaporkan harta kekayaan senilai Rp16,2 miliar.

Hartanya terdiri dari enam bidang tanah di Jombang dan Surabaya, dengan total Rp13,2 miliar. Koleksi kendaraan sederhana seperti Mitsubishi Pajero Sport dan motor skutik menambah Rp505 juta. Sementara itu, kas yang dimiliki mencapai Rp2,4 miliar.

Dahnil Anzar Simanjuntak: Wakil Menteri dengan Harta Rp27,8 Miliar

Nama Dahnil Anzar Simanjuntak masuk jajaran pejabat kaya dengan total harta Rp27,8 miliar. Kekayaan ini sebagian besar berasal dari kas Rp13 miliar, disusul aset tanah Rp10,2 miliar di Tangerang Selatan dan Medan.

Ia juga tercatat memiliki tujuh kendaraan bernilai Rp3,9 miliar, serta harta bergerak Rp1,4 miliar. Kehadiran Dahnil sebagai Wamen Haji dan Umrah menunjukkan bahwa peran wakil menteri pun memiliki tanggung jawab besar, termasuk dalam hal akuntabilitas.

Baca Juga: Jukir Penganiaya Sekuriti Lansia di Depok Ditangkap

Kursi yang Masih Kosong: Menko Polkam dan Menpora

Meski sejumlah menteri baru sudah dilantik, masih ada kursi yang belum terisi secara definitif. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) untuk sementara dijabat ad interim oleh Sjafrie Sjamsoeddin yang juga Menteri Pertahanan.

Sementara itu, posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masih kosong karena calon penggantinya belum dapat menghadiri pelantikan. Publik menunggu siapa sosok yang akan mengisi posisi strategis tersebut.

Di balik angka-angka LHKPN, ada sisi manusiawi yang perlu disorot. Publik bukan hanya ingin tahu siapa yang paling kaya, tetapi lebih pada integritas dan transparansi pejabat.

Masyarakat berharap pejabat yang memegang kekuasaan dan anggaran besar tidak terjebak dalam konflik kepentingan. Transparansi harta dianggap sebagai langkah preventif dalam mencegah praktik korupsi.

Selain itu, publik juga ingin melihat bagaimana kekayaan ini berdampak pada gaya kepemimpinan. Apakah pejabat kaya akan lebih berorientasi pada kepentingan rakyat atau justru terjebak dalam kepentingan pribadi?

Reshuffle Kabinet Merah Putih jilid II bukan hanya tentang pergantian figur politik, melainkan juga momentum untuk menegaskan kembali komitmen transparansi di tubuh pemerintahan.

Dengan keterbukaan LHKPN, publik bisa menilai sendiri akuntabilitas pejabat negara. Dari Ferry Juliantono dengan Rp52 miliar hingga Irfan Yusuf dengan Rp16 miliar, setiap angka mencerminkan tanggung jawab moral di hadapan rakyat.

Ke depan, transparansi seperti ini diharapkan bukan hanya menjadi kewajiban formal, tetapi juga budaya yang melekat dalam demokrasi Indonesia.

Tags:
MukhtarudinPurbaya Yudhi SadewaFerry JuliantonoLHKPN KPK terbaruReshuffle Kabinet Merah PutihHarta kekayaan menteri baru

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor