Nicholas Saputra sarankan Kapolri mundur dari jabatan usai insiden Brimob tabrak Ojol. (Sumber: Instagram)

Nasional

Nicholas Saputra Minta Kapolri Mundur Usai Insiden Ojol Dilindas Brimob, Maaf Saja Tidak Cukup?

Sabtu 30 Agu 2025, 16:16 WIB

POSKOTA.CO.ID - Peristiwa nahas menimpa Affan, seorang pengemudi ojol, ketika sedang melintasi area demonstrasi di Jakarta.

Tanpa disangka sebuah kendaraan taktis milik Brimob melintas dan melindas dirinya hingga meninggal dunia di tempat.

Tragedi ini memicu gelombang duka, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas yang menilai insiden tersebut sebagai bentuk kelalaian fatal aparat keamanan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers resmi menyampaikan rasa duka cita mendalam dan permintaan maaf kepada keluarga korban.

Baca Juga: BKN Ungkap Daftar Instansi Pusat dan Daerah yang Belum Finalisasi Usulan PPPK Paruh Waktu 2025

Ia berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh serta memastikan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

Namun permintaan maaf tersebut dianggap sebagian masyarakat tidak cukup untuk meredakan kemarahan publik.

Kritik keras bermunculan, menuntut akuntabilitas yang lebih konkret, termasuk evaluasi serius terhadap sistem pengendalian aparat dalam penanganan massa aksi.

Nicholas Saputra Angkat Suara

Salah satu yang paling mencuri perhatian publik adalah respons dari aktor papan atas Indonesia, Nicholas Saputra.

Baca Juga: Ditanya Siapa yang Seharusnya Meredam Amarah Rakyat, Adian Napitupulu: Gua Sulit Menjawab Itu

Melalui akun media sosialnya, ia mengunggah pernyataan singkat namun sarat makna, "Mundur, Pak!."

Unggahan tersebut langsung viral, banyak netizen menganggap keberanian Nicholas sebagai representasi keresahan masyarakat terhadap lemahnya perlindungan terhadap warga sipil.

Tidak sedikit warganet yang berterima kasih atas sikap Nicholas, menyebut bahwa suara dari figur publik dapat memperkuat tuntutan keadilan.

Di sisi lain, komentar tersebut juga menyoroti fakta bahwa persoalan ini bukan hanya sekadar kecelakaan, tetapi cerminan masalah sistemik dalam pengelolaan keamanan nasional.

Baca Juga: Viral! Massa Geruduk Rumah Politikus NasDem Ahmad Sahroni di Tanjung Priok

Reaksi Netizen dan Tokoh Publik

Selain Nicholas, sejumlah aktivis, akademisi, dan tokoh masyarakat turut menyuarakan keprihatinan.

Mereka menilai tragedi yang menewaskan Affan harus menjadi momentum untuk meninjau kembali standar operasional kepolisian, khususnya dalam penanganan demonstrasi.

Netizen di media sosial menegaskan bahwa permintaan maaf Kapolri belum menjawab keresahan publik. Banyak yang menilai langkah konkret seperti pencopotan pejabat terkait, reformasi internal, dan peningkatan disiplin aparat lebih mendesak daripada sekadar pernyataan maaf.

Gelombang solidaritas juga muncul dari komunitas ojol. Mereka menyuarakan pentingnya perlindungan keselamatan bagi pekerja transportasi daring yang selama ini kerap berada di garis depan jalanan, namun sering kali diabaikan dalam aspek perlindungan hukum dan kebijakan negara.

Janji Reformasi Kepolisian

Kapolri dalam pernyataannya menegaskan akan memperbaiki prosedur operasional serta meningkatkan pelatihan anggota kepolisian.

Ia menekankan pentingnya disiplin dan kepekaan aparat dalam menghadapi situasi massa agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun publik menilai janji tersebut harus diikuti dengan langkah nyata. Kasus Affan telah membuka kembali perdebatan lama mengenai akuntabilitas aparat kepolisian serta pentingnya transparansi dalam penegakan hukum.

Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan semakin menurun. Desakan agar Kapolri mundur pun semakin kuat terdengar di ruang publik.

Tags:
Kapolri Minta MaafBrimob lindas ojolAffan Kurniawanojol tewas demo JakartaNicholas SaputraListyo Sigit Prabowo

Muhammad Faiz Sultan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor