POSKOTA.CO.ID - Peluncuran resmi iPhone 17 yang dijadwalkan Apple pada 9 September 2025. Acara yang bertajuk "California Streaming" ini diprediksi akan menjadi panggung untuk memperkenalkan empat model terbaru, termasuk varian misterius yang disebut "iPhone 17 Air".
Namun, bagi para penggemar setia Apple di Indonesia, euforia global ini selalu diiringi oleh satu pertanyaan yang menggelayut: akankah kita harus menunggu lama?
Pertanyaan itu muncul bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pengalaman pahit yang masih membekas. iPhone 16, yang diluncurkan secara global pada September 2024, akhirnya baru bisa menyentuh pasar Indonesia pada April 2025, setelah penantian panjang hampir tujuh bulan.
Keterlambatan tersebut disebabkan oleh drama negosiasi investasi dan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang rumit, menciptakan ketidakpastian yang membuat frustasi.
Baca Juga: Hotspot Tak Berfungsi di iPhone dan Android? Simak Cara Mengatasinya
Kini, dengan pengumuman iPhone 17 yang sudah di depan mata, sebuah harapan baru muncul. Komitmen investasi senilai triliunan rupiah yang telah disepakati Apple dan pemerintah Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa sejarah kelam penundaan itu mungkin tidak akan terulang.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa iPhone 17 berpeluang besar untuk hadir tepat waktu dan apa artinya bagi konsumen di Tanah Air.
Dari "Plus" ke "Air": Evolusi Lini iPhone 17

Apple dikabarkan akan memperkenalkan empat model dalam seri terbarunya: iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Air, dan iPhone 17 Pro Max. Perubahan signifikan adalah hilangnya varian "Plus" dan hadirnya nama baru "Air", menandakan strategi segmen pasar yang baru dari raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.
Kilas Balik: Drama Penundaan iPhone 16

Untuk memahami prospek iPhone 17, melihat ke belakang adalah keharusan. iPhone 16, yang diluncurkan global September 2024, baru resmi masuk Indonesia pada 11 April 2025, penundaan hampir 7 bulan.
Akar masalahnya terletak pada persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35%.
Apple memilih skema investasi dan inovasi untuk memenuhi kewajiban TKDN, alih-alih membangun pabrik. Namun, realisasi investasi mereka untuk periode 2020-2023 tersendat.