Aset investasi yang beresiko terjun bebas saat krisis 2030 benar terjadi. (Sumber: Pinterest)

EKONOMI

Hati-Hati! Ini 5 Aset Investasi yang Berisiko Terjun Bebas Saat Krisis 2030

Sabtu 30 Agu 2025, 15:42 WIB

POSKOTA.CO.ID - Pernah terbayang bagaimana jika di tahun 2030 nanti dunia benar-benar mengalami krisis besar-besaran?

Dampak dari krisis semacam ini bisa sangat luas, mulai dari sektor industri, perdagangan, hingga pasar keuangan.

Bahkan, beberapa aset investasi yang saat ini dianggap sangat berharga dan aman bisa saja ambruk nilainya.

Kesiapan menjadi kunci utama. Investor maupun masyarakat luas perlu memahami potensi risiko dan dampak dari setiap jenis aset yang dimiliki.

Mengetahui asset investasi mana yang rawan terjun bebas nilainya akan membantu dalam merencanakan strategi mitigasi, mulai dari diversifikasi portofolio hingga menjaga likuiditas.

Dengan begitu, risiko kerugian besar bisa diminimalkan, dan peluang untuk bertahan bahkan berkembang tetap terbuka.

Lalu, apa saja jenis aset investasi yang diprediksi paling rawan terdampak jika krisis global benar-benar terjadi pada 2030 mendatang? Simak selengkapnya.

Baca Juga: Mau Investasi Logam Mulia Galeri 24 Pegadaian? Simak Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Aset Investasi yang Beresiko Terjun Bebas

Dikutip dari kanal YouTube Bangkit Kaya, berikut adalah beberapa aset investasi yang beresiko terjun bebas saat krisis 2030 benar terjadi.

1. Properti Mewah

Investasi properti mewah sering dianggap sebagai simbol stabilitas dan kekayaan.

Namun, dalam skenario krisis besar, jenis aset ini bisa menjadi salah satu yang paling cepat kehilangan nilai.

Ketika masyarakat lebih fokus pada kebutuhan pokok dibandingkan gaya hidup mewah, permintaan untuk hunian premium menurun drastis.

Sejarah mencatat, saat krisis finansial global 2008, banyak properti di Amerika Serikat mengalami penurunan harga signifikan dan butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih.

Investor yang menggantungkan seluruh portofolio pada properti mewah perlu mempertimbangkan risiko likuiditas dan fluktuasi pasar yang tajam.

2. Saham Perusahaan Besar yang Kurang Adaptif

Saham perusahaan besar biasanya dianggap stabil karena ukuran dan reputasi mereka.

Namun, perusahaan yang gagal beradaptasi dengan perubahan ekonomi, bergantung pada satu sektor, atau boros dalam pengelolaan keuangan berisiko tinggi ambruk saat krisis.

Di era digital saat ini, kepanikan pasar bisa menyebabkan investor menjual saham secara masif, sehingga harga bisa jatuh dalam hitungan jam atau hari.

Sejarah juga menunjukkan banyak perusahaan raksasa yang dulu berjaya kini hampir hilang dari peta ekonomi karena gagal menyesuaikan diri dengan kondisi baru.

Baca Juga: 3 Strategi Investasi Emas Agar Menghasilkan Keuntungan Optimal, Jangan Sampai Salah Langkah!

3. Emas dan Logam Mulia

Emas sering disebut sebagai “safe haven” karena nilainya yang relatif stabil dibanding aset lain.

Namun, pada krisis besar, terutama yang disertai gejolak geopolitik atau perubahan pasar global, harga emas dapat sangat fluktuatif.

Meski terkadang naik drastis, emas juga bisa jatuh tajam dalam waktu singkat.

Investor yang terlalu menggantungkan harapan hanya pada logam mulia perlu memperhatikan volatilitas ini dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio.

4. Mata Uang Fiat

Uang kertas atau mata uang fiat sehari-hari bukanlah investasi tanpa risiko.

Dalam kondisi inflasi tinggi atau hiperinflasi, daya beli masyarakat dapat anjlok drastis.

Contohnya terlihat di Venezuela, Zimbabwe, dan Indonesia pada krisis 1998, ketika uang ratusan ribu rupiah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Krisis 2030 diprediksi bisa menimbulkan tekanan serupa, sehingga pemilik aset dalam bentuk mata uang fiat harus siap menghadapi penurunan nilai secara signifikan.

5. Aset Kripto

Kripto sering dipandang sebagai masa depan keuangan karena potensi keuntungan yang tinggi.

Namun, volatilitas ekstrem menjadikannya aset berisiko tinggi. Nilai kripto bisa melonjak atau anjlok drastis dalam satu hari.

Selain itu, regulasi ketat dari negara-negara besar atau pengawasan pasar dapat mengurangi kepercayaan investor.

Beberapa koin atau token bahkan berpotensi kehilangan seluruh nilainya.

Diversifikasi, strategi mitigasi risiko, dan pemahaman mendalam terhadap pasar menjadi kunci bagi investor kripto.

Kelima aset investasi diatas memiliki risiko masing-masing. Kuncinya adalah tidak menaruh semua modal pada satu jenis aset.

Disclaimer: Konten ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Semua prediksi bersifat spekulatif dan tidak menjamin hasil investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Tags:
krisis ekonomi 2030krisis ekonomikeuangankrisis 2030investasiaset investasi

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor