CIBINONG, POSKOTA.CO.ID - Kisah tragis dialami seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, 21 tahun, tewas saat demo di Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025, malam WIB.
Bukan cuma keluarga yang merasa tersakiti Affan berpulang, satu rekan seprofesi di Cibinong, Kabupaten Bogor, menyesalkan tindakan brutal aparat saat demonstrasi.
"Kita sih turut berbelasungkawa, turut berduka cita atas kejadian ini. Sesama ojol gitu. Jadi tragis sih sebenernya liatnya, parah, mudah-mudahan korbannya husnul khotimah," kata sopir ojol asal Cibinong, Purwidi, 51 tahun, kepada wartawan, Jumat, 29 Agustus 2025.
Sementara itu, Sigit, 39 tahun, menilai, penanganan massa aksi oleh polisi terlalu represif.
Baca Juga: Polisi Minta Warga Tajurhalang Tak Terprovokasi Kasus Mobil Rantis Brimob Lindas Driver Ojol
"Terlalu represif pengamanannya, itukan belum terlalu rusuh banget ya, harusnya sabar-sabar dulu ditahan biar enggak berkelanjutan," ucapnya.
Sebelumnya, Affan dinyatakan tewas seusai dilindas kendaraan taktis (rantis) Baraccuda milik Brimob di Penjernihan, Kamis, 28 Agustus 2025.
Atas kejadian itu, massa ojol menggeruduk Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Agustus 2025. Petugas pun menembaki gas air mata untuk memukul mundur massa.
"Awas-awas gas air mata," ujar ojol lainnya. (CR-6)