Jalan Kwitang Lumpuh Total Pasca Tragedi Affan Kurniawan, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya!

Jumat 29 Agu 2025, 10:41 WIB
Sekelompok massa melancarkan aksi protes dengan mendatangi Markas Komando Brimob di Kwitang, pada Jumat, 29 Agustus 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Sekelompok massa melancarkan aksi protes dengan mendatangi Markas Komando Brimob di Kwitang, pada Jumat, 29 Agustus 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Kawasan Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, mengalami lumpuh total menyusul tragedi yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Benhil, Jakarta Pusat.

Insiden ini memicu gelombang kemarahan masyarakat, terutama komunitas ojek online dan warga sekitar, hingga berujung pada bentrokan dengan aparat kepolisian.

Baca Juga: Genangan Surut, Lalu Lintas di Jalan Ring Road Kembangan Kembali Lancar

Sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, sekelompok massa melancarkan aksi protes dengan mendatangi Markas Komando Brimob di Kwitang.

Puluhan pembatas jalur TransJakarta, rambu lalu lintas, serta pos polisi di bawah fly over Senen menjadi sasaran kemarahan massa.

Tak hanya itu, delapan mobil yang terparkir di bahu jalan juga ikut hangus terbakar akibat kobaran api.

Dari kejauhan, kepulan asap membubung tinggi, menjadi pemandangan dramatis yang menambah ketegangan kawasan tersebut.

Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas Jelang Upacara Gladi HUT RI ke-80

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kwitang

Dampak dari insiden ini juga langsung dirasakan pada arus lalu lintas.

Jalan Kwitang menuju Senayan-Tanah Abang terpaksa ditutup total dialihkan ke arah Cikini.

Polda Metro Jaya melalui akun resmi X @tmcpoldametro, mengimbau pengendara untuk sementara menghindari jalur sekitar Simpang Lima Senen arah Tugu Tani dan mencari rute alternatif.

“Hindari Simpang Lima Senen arah Tugu Tani, diimbau bagi para pengendara agar mencari jalur rute alternatif lain,” tulis keterangan resmi Polda Metro Jaya.

Penutupan akses dan pengalihan arus dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan risiko lebih lanjut akibat aksi massa.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan penjagaan ketat di sejumlah titik strategis untuk mencegah eskalasi lanjutan.


Berita Terkait


News Update