"Karena semuanya tetap tergantung pada kebijakan internal masing-masing perusahaan pinjol. Mereka punya daftar sendiri, siapa saja yang akan dikunjungi dan ditagih. Itu semua wewenang mereka," jelasnya.
Menurutnya, ada juga kasus di mana seseorang yang memiliki utang kecil tetap didatangi karena kebetulan alamatnya berdekatan dengan peminjam lain yang utangnya lebih besar.
“Misalnya ada yang satu komplek dengan peminjam galbay (gagal bayar) besar, bisa jadi ikut didatangi juga sekalian,” katanya.
Meski begitu, ia menekankan agar masyarakat tidak terlalu takut.
"Kalau DC lapangan datang, hadapi dengan tenang. Jelaskan kondisi sebenarnya, kalau memang belum sanggup bayar, katakan saja akan diusahakan. Tapi jangan berikan janji tanggal sembarangan," pesannya.
Ia menutup dengan semangat optimistis.
"Yang penting punya niat menyelesaikan. Usaha keras, dan insyaallah rezeki akan datang, masalah bisa selesai," pungkasnya.
