Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jawa Barat berencana menjalin kolaborasi dengan TNI dan pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas program ini ke berbagai daerah.
Wilayah prioritas adalah daerah-daerah yang dinilai memiliki tingkat kenakalan remaja cukup tinggi.
“Program ini tidak langsung dijalankan serentak di seluruh Jawa Barat. Kita mulai dari daerah yang siap dan memang membutuhkan perhatian khusus, lalu bertahap ke wilayah lain,” papar Dedi dalam pernyataannya beberapa hari lalu.
Politikus Gerindra tersebut menjelaskan, sekitar 30 hingga 40 barak militer akan disiapkan sebagai lokasi pembinaan karakter.
Nantinya, anak-anak peserta program akan menjalani pelatihan dan pendidikan disiplin selama enam bulan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sidak Langsung Pendidikan Disiplin Siswa Bergaya Militer di Batalyon Artileri Medan 9
Dedi pun membeberkan kriteria peserta program ini, mulai dari anak-anak yang suka tawuran, kerap mabuk, kecanduan gim daring hingga larut malam, hingga yang sering membangkang kepada orang tua dan membuat keonaran di lingkungan sekolah.
“Siapa yang dulu pernah nakal juga pasti tahu rasanya. Tapi sekarang tugas kita memberi mereka kesempatan untuk berubah,” kata Dedi.
Lewat program ini, diharapkan para remaja bermasalah bisa mendapatkan pendidikan karakter, mental, dan kedisiplinan sehingga kelak mampu kembali ke lingkungan masyarakat dengan sikap yang lebih baik.
