Bukan Hanya di Indonesia, Tradisi Mudik Lebaran Juga Ada di Negara-Negara Ini

Jumat 04 Apr 2025, 06:12 WIB
Tradisi mudik di Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri. (Ahmad Tri Hawaari)

Tradisi mudik di Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri. (Ahmad Tri Hawaari)

POSKOTA.CO.ID - Mudik menjadi salah satu tradisi yang sudah melekat dalam budaya masyarakat Indonesia, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Namun, tahukah Anda bahwa tradisi mudik Lebaran bukan hanya ada di Indonesia? Beberapa negara lain juga memiliki budaya serupa, meskipun dengan nama dan latar belakang yang berbeda.

Tradisi ini biasanya berkaitan dengan perayaan hari besar keagamaan atau budaya, yang menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Tidak hanya negara Muslim, beberapa negara lain dengan budaya yang kuat dalam merayakan hari besar keagamaan juga memiliki tradisi serupa.

Lalu, bagaimana tradisi mudik di negara-negara lain? Yuk, simak selengkapnya dalam pembahasan berikut.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tak Sebatas Mudik

1. Malaysia – Balik Kampung

Sebagai negara yang memiliki banyak kesamaan budaya dengan Indonesia, Malaysia juga memiliki tradisi mudik yang dikenal dengan sebutan "balik kampung".

Tradisi ini hampir sama dengan mudik di Indonesia, di mana masyarakat yang bekerja di kota-kota besar seperti Kuala Lumpur dan Penang akan kembali ke kampung halaman menjelang Idulfitri.

Jalan raya, terminal bus, stasiun kereta api, hingga bandara akan dipenuhi oleh para pemudik yang ingin berkumpul dengan keluarga mereka di desa.

Moda transportasi yang digunakan pun beragam, mulai dari mobil pribadi, bus, kereta api, hingga pesawat terbang.

Kemacetan di jalan tol utama seperti PLUS Highway yang menghubungkan kota-kota besar ke daerah pedalaman menjadi pemandangan yang umum terjadi saat musim mudik di Malaysia.

2. Korea Selatan – Chuseok

Meskipun Korea Selatan bukan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, masyarakatnya memiliki tradisi mudik saat perayaan Chuseok atau Hangawi, yang merupakan festival panen dan penghormatan kepada leluhur.

Chuseok dirayakan pada hari ke-15 bulan ke-8 dalam kalender lunar, yang biasanya jatuh pada musim gugur.

Pada saat ini, masyarakat Korea akan melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Selain itu, mereka juga mengunjungi makam leluhur untuk berziarah dan melakukan upacara penghormatan yang disebut "Charye".

Perayaan ini juga identik dengan makanan khas seperti songpyeon (kue beras berbentuk bulan sabit), jeon (pancake Korea), dan galbitang (sup iga sapi).

Tak hanya berkumpul bersama keluarga, masyarakat Korea juga memiliki budaya berbagi hadiah, yang mirip dengan tradisi THR di Indonesia.

Biasanya, mereka memberikan paket hadiah berupa makanan atau produk kesehatan kepada kerabat, teman, dan rekan kerja.

Baca Juga: Pemudik Mulai Berdatangan di Stasiun Rangkasbitung

3. Tiongkok – Chunyun

Di Tiongkok, tradisi mudik terjadi setiap perayaan Tahun Baru Imlek, yang dikenal dengan sebutan "Chunyun".

Periode ini menjadi salah satu migrasi manusia terbesar di dunia, karena jutaan orang melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka.

Chunyun berlangsung selama sekitar 40 hari, dimulai dari dua minggu sebelum Tahun Baru Imlek hingga dua minggu setelahnya.

Dalam periode ini, kereta api, bus, dan pesawat terbang akan penuh sesak oleh para pemudik yang ingin merayakan Imlek bersama keluarga mereka.

Pemerintah Tiongkok bahkan menyediakan jadwal khusus dan tiket diskon untuk mengakomodasi lonjakan perjalanan selama Chunyun.

Masyarakat yang tinggal di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou akan pulang ke desa mereka untuk merayakan makan malam reuni keluarga, yang merupakan bagian penting dari perayaan Imlek.

4. Turki – Bayramlaşma

Di Turki, tradisi mudik menjelang Idulfitri dikenal dengan sebutan "bayramlaşma", yang berarti "saling bermaafan".

Sama seperti di Indonesia, masyarakat Turki yang tinggal di kota-kota besar seperti Istanbul dan Ankara akan kembali ke kampung halaman mereka untuk berkumpul dengan keluarga.

Saat Lebaran, mereka akan mengenakan pakaian terbaik dan mengunjungi rumah kerabat untuk saling bermaafan.

Selain itu, ada juga tradisi memberikan hadiah dan uang kepada anak-anak, yang mirip dengan tradisi angpau atau THR di Indonesia.

Moda transportasi utama yang digunakan saat mudik di Turki meliputi bus, kereta api, dan mobil pribadi.

Pemerintah biasanya menyiapkan angkutan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik selama periode ini.

Baca Juga: Prediksi Akurat Jadwal Puncak Mudik Lebaran 2025: Ada 2.835 Posko Pengamanann yang Telah Disiapkan

5. Bangladesh – Eid Journey

Di Bangladesh, tradisi mudik saat Idulfitri dikenal dengan istilah "Eid Journey". Kemacetan parah di jalan raya dan antrean panjang di stasiun menjadi pemandangan umum menjelang Lebaran.

Setiap tahunnya, jutaan warga Bangladesh yang bekerja di kota-kota besar seperti Dhaka akan kembali ke desa mereka untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Selama periode ini, terminal bus, stasiun kereta api, dan pelabuhan kapal feri dipadati oleh pemudik yang ingin pulang kampung.

6. India – Eidgah

Meskipun mayoritas penduduk India beragama Hindu, umat Islam di sana juga memiliki tradisi mudik yang disebut "Eidgah".

Menjelang Idulfitri, masyarakat Muslim yang bekerja di kota-kota besar seperti Mumbai dan Delhi akan kembali ke desa untuk berkumpul dengan keluarga.

Kereta api dan bus menjadi moda transportasi utama selama musim mudik, dan tiket perjalanan biasanya harus dipesan jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan tempat.

7. Mesir – Mudik saat Iduladha

Di Mesir, tradisi mudik tidak terjadi saat Idulfitri, melainkan lebih banyak dilakukan saat Iduladha.

Saat Idulfitri, perayaannya lebih sederhana dibandingkan di Indonesia. Masyarakat Mesir biasanya hanya membeli baju baru, membersihkan rumah, dan menyiapkan makanan khas seperti kahk (kue khas Lebaran).

Namun, saat Iduladha, banyak orang yang tinggal di kota besar seperti Kairo akan pulang kampung untuk berkurban dan berkumpul dengan keluarga.

Itu dia infromasi beberapa negara selain Indonesia yang memiliki tradisi mudik Lebaran. Semoga bermanfaat.


Berita Terkait


News Update