Pinjaman Modal Usaha 2025 Lewat KUR BRI, Cek Jenis dan Syarat Pengajuan Mudah Bagi UMKM Berikut Ini

Senin 03 Mar 2025, 10:31 WIB
Ilustrasi pinjaman KUR BRI 2025. (Sumber: Dok. BRI)

Ilustrasi pinjaman KUR BRI 2025. (Sumber: Dok. BRI)

POSKOTA.CO.ID - Di tahun 2025 ini bagi para pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman modal usaha dengan mudah lewat KUR BRI, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

BRI adalah salah satu bank BUMN yang menyediakan program Kredit Usaha Rakyat. Program ini ditujukan untuk para UMKM diantaranya sebagai tambahan modal pengembangkan bisnis.

KUR BRI 2025

Sebelumnya di akhir tahun 2024 program KUR BRI sendiri memang sempat dihentikan sementara. Namun sejak pertengahan Januari 2025 telah tersedia kembali dan siap diajukan.

Jadi buat masyarakat yang kini bertanya-tanya apakah program KUR sudah ada, maka bisa segera menyiapkan perysaratannya untuk pengajuan pinjaman.

Baca Juga: Kenali Penyebab Pengajuan Pinjaman KUR BRI 2025 Gagal

Kini BRI menyediakan dua jenis pinjaman yang cocok buat UMKM, yakni ada KUR Mikro dan KUR Kecil. Keduanya memiliki sedikit perbedaan pada jumlah plafon dan syaratnya.

Bagi para UMKM yang ingin melakukan pengajuan kredit, maka bisa pahami kedua jenis KUR tersebut berikut ini.

KUR Mikro BRI: Pinjaman Mudah Tanpa Agunan Tambahan

KUR Mikro BRI ditujukan bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal dengan persyaratan yang mudah dan tanpa agunan tambahan. Syarat utama untuk mendapatkan KUR Mikro BRI adalah:

  • Usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan.
  • Tidak sedang memiliki kredit perbankan lain, kecuali kredit konsumtif.
  • Memiliki dokumen identitas diri (KTP, KK) dan izin usaha.

Dengan plafon pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, KUR Mikro BRI dapat diajukan di unit bank maupun Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI.

Pilihan tenor pinjaman meliputi Kredit Modal Kerja (KMK) maksimal 3 tahun dan Kredit Investasi (KI) maksimal 5 tahun, dengan suku bunga flat 6 persen per tahun atau 0,5 persen per bulan, serta bebas biaya administrasi dan provisi.

Baca Juga: Tips Agar Pinjaman KUR BRI 2025 Dapat Disetujui dengan Mudah dan Cepat

KUR Kecil BRI: Modal Usaha Skala Lebih Besar dengan Agunan

KUR Kecil BRI ditujukan untuk UMKM dengan skala usaha yang lebih besar, dengan plafon pinjaman Rp100 juta hingga Rp500 juta. Perbedaan utama dengan KUR Mikro adalah adanya persyaratan agunan tambahan. Syarat penerima KUR Kecil BRI meliputi:

  • Usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan.
  • Tidak sedang memiliki kredit perbankan lain, kecuali kredit konsumtif.
  • Memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau izin usaha lain yang setara.
  • Pengajuan KUR Kecil hanya dapat dilakukan di Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI.

Pilihan tenor dan suku bunga sama dengan KUR Mikro, yaitu KMK maksimal 4 tahun dan KI maksimal 5 tahun, dengan suku bunga 6 persen per tahun atau 0,5 persen per bulan, serta persyaratan agunan sesuai ketentuan bank.

Dokumen Persyaratan KUR BRI

Beberapa dokumen berikut ini dibutuhkan sebagai syarat administrasi pengajuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, pastikan dokumennya lengkap:

  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
  • Surat keterangan usaha atau izin usaha.
  • Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • NPWP (untuk pinjaman di atas Rp50 juta).
  • Buku tabungan BRI.

Baca Juga: Cara Melunasi Pinjaman KUR BNI 2025 Sebelum Jatuh Tempo, UMKM Wajib Tahu!

Cara Pengajuan KUR BRI

Berikut ini langkah-langkah pengajuan hingga pencairan KUR BRI 2025:

1. Pengajuan Lewat Bank:

Datangi kantor cabang BRI terdekat, kemudian sampaikan kepada petugas untuk mengajuan pinjaman.

2. Isi Formulir Pendaftaran:

Kemudian isi formulir pendaftaran dengan data diri dan usaha secara lengkap, termasuk pilih jenis pinjaman KUR dan nominal kredit yang akan diambil.

3. Serahkan Berkas:

Calon penerima KUR menyerahkan seluruh dokumen persyaratan yang sudah disiapkan, seperti KTP, KK, dan surat izin usaha, dll.

4. Survei Lapangan:

Setelah berkas lolos administrasi, berikutnya petugas lapangan atau mantri akan melakukan surve ke tempat usaha dan tempat tinggal calon debitur untuk melakukan verifikasi.

5. Persetujuan Kredit:

Jika lolos verifikasi dan dinyatakan layak menerima pinjaman, berikutnya pihak bank akan memberikan limit kredit yang bisa diambil oleh debitur.

6. Akad dan Pencairan Dana:

Proses terakhir adalah melakuan akad atau perjanjian pinjaman, selanjutnya tingal menunggu waktu pencairan dana yang dikirimkan melalui rekening bank.


Berita Terkait


News Update