Modifikasi Cuaca Langit Jakarta, Pemprov Siapkan Garam Seberat 2,5 Ton

Minggu 02 Feb 2025, 12:43 WIB
Persedian garam untuk Operasi Modifikasi Cuaca (MOC) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu, 2 Februari 2025. (Sumber: Dok. BPBD Jakarta)

Persedian garam untuk Operasi Modifikasi Cuaca (MOC) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu, 2 Februari 2025. (Sumber: Dok. BPBD Jakarta)

Dengan demikian pelaksanaan MOC bisa dilakukan dilakukan di dua lokasi sekaligus, di utara dan Selatan Jakarta dengan menggunakan pesawat Cessna.

"Kebetulan BNPB juga sedang ada kegiatan MOC untuk mereduksi curah di daerah-daerah, jadi bisa bantu kita. Sekarang kita masih menunggu arahan dari flight scientist BMKG, kalau kata mereka hari ini kondisinya tepat untuk dilakukan MOC kita langsung terbang," ucap Yohan.

Tak Sembarang Semai Garam

Menurut Yohan kegiatan MOC atau penyemaian terhadap awan atau mendung tidak bisa sembarang dilakukan.

Semua dimulai dengan perencanaan yang matang, mulai dari waktunya, berapa jumlah garam yang ditaburkan.

Sehingga MOC bisa berjalan dengan baik dan hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan.

Karena itu tim dari BMKG akan melakukan analisis cuaca dan kondisi atmosfer untuk menentukan apakah modifikasi cuaca perlu dilakukan.

"Biasanya BMKG itu sudah melakukan pengamatan dari jauh-jauh hari sampai dengan beberapa saat sebelum MOC dilaksanakan. Jadi nggak sembarangan main tebar-tebar aja itu garam, bahkan mereka akan nyetak hasil pengamat beberapa jam sebelum sortie," kata Yohan.

Bahkan saat pelaksanaan MOC, pihak dari BMKG juga ikut ke dalam penerbangan.

Karena di dalam pesawat mereka yang memberikan instruksi di mana saja titik-titik yang akan disebar garam.

Namu jika ada awan atau mendung yang terlewat dan terlanjur masuk daratan tidak perlu dikejar untuk dilakukan penyemaian.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Masih Intai Jabodetabek, BNPB Imbau Masyarakat Siaga hingga Akhir Februari

"Kalau yang sudah di atas daratan yang kita biarkan saja natural, hujan turun secara alami. Kita kan cuma ikhtiar mempercepat hujan di atas lautan jangan sampai hujan deras di daratan," kata Yohan.


Berita Terkait


News Update