DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Jalan Masjid Al-Mukhlisin di Perumahan Arya Tama Regency, Bedahan, Sawangan, Depok, terpaksa ditutup selama empat hari akibat longsor yang terjadi di kawasan itu pada Selasa, 28 Januari 2025. Dampaknya begitu terasa bagi warga sekitar, terutama mereka yang sehari-hari bergantung pada akses jalan tersebut.
Dari pantauan Poskota di lokasi, akses kendaraan roda empat masih tertutup akibat longsor. Hanya tersisa jalan selebar satu meter yang masih bisa dilewati sepeda motor. Beberapa pekerja tampak melakukan pengecoran pada bagian turap yang terkena longsor, dengan harapan akses jalan bisa segera kembali normal bagi warga sekitar.
Andri, 36 tahun, warga Pasir Putih yang bekerja sebagai marketing di sebuah perumahan, merasakan langsung kerugian akibat penutupan jalan ini.
Baca Juga: Detik-detik Tebing Penyangga Jalan Tol di Bintaro Jakarta Selatan Longsor, Ternyata Ini Penyebabnya
Setiap harinya, ia melewati jalan yang kini longsor untuk menuju tempat kerjanya di Kelurahan Bedahan. Biasanya, perjalanan hanya memakan waktu 10 menit. Tetapi sekarang, dengan jalan yang ditutup, ia harus memutar jauh hingga 30 menit lamanya.
"Bukan cuma waktu yang terbuang, tapi juga biaya bertambah. Jalan alternatif yang harus saya lewati lebih jauh sekitar dua kilometer, otomatis bensin jadi lebih boros," katanya kepada Poskota, Jumat, 31 Januari 2025, sembari beristirahat di sebuah warung kelontong dekat lokasi longsor.
Namun, bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi, dampaknya jauh lebih besar. Andri mengungkapkan, beberapa warga kehilangan akses utama mereka menuju Jalan Sulaeman yang mengarah ke pusat Kota Depok. Tak hanya harus menempuh jarak lebih jauh, tetapi juga harus menghadapi risiko keamanan karena kondisi jalan yang minim penerangan.
Baca Juga: Penanganan Jalan Longsor di Cilabanbulan, Bupati Pandeglang akan Minta Bantuan Pemprov Banten
"Dulu sebelum longsor, kalau lewat waktu malam sudah gelap dan sepi. Sekarang, dengan jalan yang makin rusak dan tertutup, bahaya makin besar," ujarnya.
Ancaman kriminalitas di jalur tersebut bukan sekadar kekhawatiran belaka. Menurut Andri, sudah ada kasus begal yang menimpa warga setempat. Yuli, seorang ibu muda berusia 25 tahun yang merupakan anak dari Ketua RT setempat, pernah menjadi korban penjambretan di jalan tersebut.
Insiden yang terjadi dua bulan lalu itu mengakibatkan hilangnya tas berisi kartu ATM, dokumen penting, dan uang tunai. Kejadian ini semakin menambah kecemasan warga yang setiap harinya harus melewati jalan tersebut.
Andri pun berharap instansi terkait segera bertindak. Bukan hanya memperbaiki jalan yang longsor dan membangun kembali tebing setinggi hampir 10 meter yang ambruk, tetapi juga menyediakan penerangan jalan.
"Kami butuh perbaikan segera. Jangan sampai makin banyak korban karena jalan rusak dan gelap. Semoga pemerintah atau pihak terkait bisa segera turun tangan," tuturnya.
Titik longsor berada di tebing setinggi 10 meter, tepatnya di RT 5 RW 06, Kampung Prigi, Bedahan, Sawangan. "Kejadian longsor diketahui sekitar pukul 12.19 WIB. Saat hujan turun terdengar suara gemuruh," kata Agung Dwi, 31 tahun, koordinator warga Perumahan Arya Tama Regency.
Menurut Agung, akses penghubung jalan warga menjadi lumpuh akibat longsor tersebut. "Karena lokasi jalan berada di tebing yang longsor, dan dekat dengan sama permukiman. Untuk keselamatan warga, kita tutup dengan dikasih garis batas dan batang kayu supaya tidak dapat dilalui pengendara karena rawan," ujar dia.
Selain itu, Agung menyebutkan, keresahan warga bertambah setelah terdapat retakan di jalan yang tertimpa longsor. Pihak pengembang perumahan sebenarnya sudah sempat melakukan pengerjaan proyek turap di pinggir tebing jalan warga, tetapi pengerjaan turap baru berjalan sebagian.
"Yang baru diturap sama pengembang baru setinggi 2,5 meter. Sedangkan sisanya masih tanah. Jalan berada di tebing akses warga masih rawan longsor susulan sampai 200 meter," tuturnya.
