Tinggali Rusun Pasar Rumput, Warga Manggarai Jaksel Terdampak Kebakaran Rindu Rumah Lama

Senin 09 Sep 2024, 21:34 WIB
Kondisi rumah susun Pasar Rumput tempat pengungsian warga Manggarai yang terdampak kebakaran. (Poskota/Pandi)

Kondisi rumah susun Pasar Rumput tempat pengungsian warga Manggarai yang terdampak kebakaran. (Poskota/Pandi)

POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 418 kepala keluarga (KK) warga Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel) yang terdampak kebakaran, mengungsi di rumah susun (rusun) Pasar Rumput.

Rusun berlantai 25 itu dijadikan tempat pengungsian sementara warga Manggarai yang terdampak kebakaran.

Poskota mencoba menemui salah seorang warga Manggarai di rusun tersebut. Setibanya di lantai tiga, beberapa anak-anak tampak asyik bermain di halaman, begitu pula para remaja yang tengah santai berbincang.

Salah satu seorang pengungsi, Iwan (25) mengaku lebih nyaman berada di rumah lama yang sudah hangus terbakar.

"Ya lebih nyaman di rumah sih, kalau di sini beda, suasananya beda," kata Iwan kepada Poskota.co.id di lokasi, Senin, 9 September 2024.

Beranjak ke unit yang ditempati warga, tepatnya lantai 19, suasana tampak sepi dengan pintu-pintu kamar tertutup rapat. Hanya ada beberapa warga yang tengah duduk di luar kamar sambil menengok ke arah gedung pencakar langit dari lantai 19 rusun.

Yulianti (31), ibu rumah tangga mengungsi di rusun Pasar Rumput setelah rumahnya hangus terbakar. Ia bersama kedua anaknya yang masih kecil menempati satu unit kamar seluas 10×10 meter.

Di unit yang ia tempati, terdapat ruang tamu, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi. Meski lorong terlihat usang yang dipenuhi debu dan sampah, kamar Yulianti cukup bersih.

"Saya udah mau dua minggu tinggal di sini. Ya sebetulnnya nyaman-nyaman aja sih," kata dia.

Namun Yulianti tetap ingin merasakan tinggal di rumah lama, karena rindu hidup berdampingan dengan tetangga. Sejak tinggal di rusun, katanya, jarang sekali bertegur sapa dengan warga lainnya.

Warga yang bertempat tinggal di rusun tersebut memang lebih sering menghabiskan waktu di kamar. Itu terlihat dari pintu kamar yang tertutup, tetapi banyak sandal dan sepatu di luar.

"Kalau di rumah lama kan tiap hari ketemu tetangga, bisa ngobrol. Anak-anak juga bisa main," katanya.

"Kalau di sini, kalau mau ramai harus ke lantai tiga dulu, capek bolak-baliknya," sambung Yulianti.

Warga Manggarai terdampak kebakaran berharap pemerintah dapat memperhatikan soal kerugian materi atas rumahnya yang hangus dilahap  api.

"Ya kalau bisa ada ganti kerugian materi, kan rumah saya hangus. Ya minimal diperhatikan juga," tuturnya.

Lebih lanjut, sejak tinggal di rusun Pasar Rumput ini, Yulianti khawatir apabila ada iuran yang harus dikeluarkan.

"Kalau untuk sekarang gratis, nah kalau sudah mulai bayar iuran, itu kita bingung," ucapnya.

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memastikan warga Manggarai terdampak kebakaran bisa tinggal gratis di rumah susun Pasar Rumput selama 2-3 bulan.

"2-3 bulan ini sementara gratis. 3 bulan ini gratis," kata Heru kepada wartawan, Senin, 9 September 2024.

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp Poskota agar tak ketinggalan update berita setiap hari.


Berita Terkait


News Update