JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Banyak dari pengguna produk perawatan kulit yang merasa bahwa lebih mahal suatu produk, maka akan lebih cepat mendapatkan kulit yang sehat dan segar.
Namun faktanya, perawatan kulit bukanlah situasi yang bisa diterapkan untuk semua orang. Bahkan, seringkali terjadi justru sebaliknya.
Hingga kini, masih banyak mitos kecantikan lainnya yang dipercaya oleh kaum hawa terkait dengan cara untuk menjaga kondisi kulitnya.
Berikut ini adalah enam mitos kecantikan yang bisa menjadi kesalahan saat merawat kulit yang harus segera dihilangkan, dikutip dari Healthline.
Mitos Kecantikan 1: Penggunaan Toner
Toner dipercaya dapat menghilangkan kotoran dan minyak berlebih pada kulit sebelum menggunakan pelembab. Tergantung merek, produk ini diklaim dapat membantu kulit terlihat lebih cerah dan halus.
Meskipun toner dapat membantu rutinitas kecantikan, namun tidak semua orang membutuhkannya. Sebab, terlalu banyak produk dapat menyebabkan penumpukan atau kurangnya penyerapan produk.
Kamu bisa mengganti toner dengan rejuvenator cair yang sebagian besar terbuat dari lidah buaya. Ini adalah dasar yang bagus sebelum pelembab, mencerahkan dan meminimalkan ukuran pori-pori.
Mitos Kecantikan 2: Indikator Kualitas dari Harga
Ini termasuk mitos kecantikan yang masih dipercaya. Padahal, berhasil tidaknya suatu produk salah satunya dilihat dari kondisi kulit dan bahan yang terkandung di dalamnya.
Terkadang, produk sederhana yang harganya lebih murah dan bahan-bahannya lebih sedikit akan memberikan hasil yang lebih baik.
Kamu bisa lebih hemat namun mendapatkan produk berkualitas dan cocok untuk kondisi kulit dengan meneliti bahan utama dalam suatu produk.
Mitos Kecantikan 3: Jangan Menyentuh Wajah dengan Tangan
Mitos kulit bisa muncul dari mana saja, terutama dari mulut ke mulut, termasuk saat adanya larangan menyentuh wajah dengan tangan. Tapi ternyata bukan hanya itu saja.
Dokter kulit sering memperingatkan tentang berbicara di telepon dan menyentuh wajah sesudahnya. Rupanya ponsel yang membawa lebih banyak bakteri dibandingkan dudukan toilet atau tangan.
Untuk menghindari hal tersebut, saat mencuci tangan, konsentrasilah pada bagian bawah kuku karena di sanalah bakteri lebih banyak berdiam diri.
Mitos Kecantikan 4: Rutinitas yang Konsisten Cegah Timbulnya Jerawat
Rutinitas perawatan kulit yang konsisten tidak akan menyelamatkan Anda dari jerawat. Ini hanya mitos kecantikan yang harus segera ditinggalka.
Sebab, jerawat bisa disebabkan oleh apa saja, mulai dari kesehatan usus hingga stres. Faktanya, rutinitas yang tidak fleksibel bisa merugikan dalam jangka panjang.
Misalnya karena cuaca yang berubah, mengalami stres yang tidak terduga, atau kulit yang mungkin berhenti merespons krim favorit. Jika itu terjadi, rutinitas perawatan kulit kamu perlu penyesuaian.
Mitos Kecantikan 5: Thread Viral dan Review Tinggi Jadi Indikator Kualitas
Setiap kulit memiliki keunikan tersendiri. Hanya karena topik perawatan kulit viral di media sosial, bukan berarti kamu juga harus langsung mempraktekannya.
Ini bertujuan agar kulit kamu tidak shock. Menurut penelitian, diperlukan waktu antara 6 hingga 20 minggu untuk benar-benar melihat perubahan pada kulit.
Dan tentu saja, waktunya bergantung pada bahan dan jenis perubahan apa yang sedang kamu cari. Jadi, tidak semua produk memiliki kecepatan hasil yang sama untuk setiap kondisi kulit.
Jika kamu ingin melihat ulasan produk, lihat bagian bintang empat hingga tiga untuk perspektif yang lebih seimbang.
Sebab, ulasan terbaik adalah ulasan yang mencakup sebelum dan sesudah seseorang yang memiliki warna kulit, masalah kulit, dan jenis kulit yang sama dengan kamu.
Mitos Kecantika 6: Kamu Tidak Butuh Dokter Kulit
Salah satu kesalahan terbesar seseorang adalah menguji sendiri produk kecantikan hingga saya menemukan produk yang berhasil.
Bagi banyak orang lainnya, ini berarti tidak mempelajari jenis kulit atau bahkan kondisi sebenarnya. Ingat, ada berbagai jenis jerawat dan semuanya merespons perawatan kulit yang berbeda.
Tapi, kehadiran dokter kulit bisa memberi tahu kamu hal-hal yang orang lain tidak bisa, dengan pendidikan ilmiah dan pengalaman yang mendukungnya.
Banyak pertanyaan yang hanya dapat dibantu oleh dokter kulit. Sehingga, kamu tidak perlu lagi berganti-ganti produk perawatan kulit.
