PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Seorang lanjut usia (lansia), Cecep Turkan (72) di Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, hidup dengan keterbatasan ekonomi dan luput dari perhatian pemerintah.
Untuk bisa menyambung hidupnya, lansia yang tinggal di RTLH tersebut harus berjualan makanan ringan dan memulung barang bekas untuk dijual.
Dilihat dari rumah yang ditempatinya saat ini, rumah berukuran sekitar panjang 5 meter dan lebar 3 meter itu sudah banyak mengalami kerusakan.
Rumah yang dindingnya terbuat dari bilik bambu nampak sudah banyak yang rapuh dan rusak, atap rumah juga terlihat banyak mengalami kebocoran.
Kondisi lansia tersebut luput dari perhatian pemerintah, padahal rumah lansia itu tidak jauh jaraknya dengan pusat pemerintahan Kota Pandeglang.
Karena, menurut keterangan Cecep Turkan, jika dirinya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
Cecep Turkan juga mengaku, jika dirinya sudah selama 20 tahun tinggal di rumahnya tersebut. Memang dirinya memiliki tiga orang anak, namun saat ini anak-anaknya tinggal di luar daerah, yakni daerah Bogor, Jawa Barat.
"Kalau anak punya, cuma mereka tinggal di Bogor. Saya tinggal di sini sudah selama 20 tahun," ungkapnya, Selasa (12/12/2203).
Cecep juga mengaku, jika dirinya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Adapun untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia harus berjualan makanan ringan dan memulung barang bekas.
"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya jualan makanan ringan dan juga memulung barang bekas untuk dijual," katanya.
Memang dirinya mengakui, jika administrasi kependudukannya masih tercatat sebagai warga Garut, meski dirinya sudah puluhan tahun tinggal di Pandeglang.
"Kalau bantuan sosial dari pemerintah belum pernah dapat, karena mungkin kependudukan saya masih warga Garut. Mungkin itu penyebab saya tidak pernah dapat bansos," ujarnya.
Lanjut dia, dirinya bukan tidak mau mengurus administrasi kependudukan dirinya, namun ia tak kuasa untuk mengurusnya, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah.
"Jangankan ngurus administrasi kependudukan, untuk kebutuhan sehar-hari saja susah," ujarnya.
Meski demikian, ia berharap pemerintah setempat dapat membantunya agar dapat kembali supaya secara administrasi dirinya berdomisili di Kabupaten Pandeglang, dan berharap adanya bantuan sosial bagi dirinya.
"Semoga saja ada bantuan, karena saya juga mau KTP di sini. Soalnya saya tidak kuasa mengurus administrasi kependudukan," tuturnya.
Sementara, Camat Pandeglang, Bangbang mengaku, bahwa pihaknya sudah berupaya agar Cecep Turkan mendapatkan administrasi kependudukan sebagai warga Kabupaten Pandeglang.
"Kita sudah melakukan upaya memohon perpindahan Cecep ke Pemerintah Garut secara online, karena memang kalau ngurus ke sana jauh juga, dan insyaallah semoga secepatnya Cecep mendapatkan KTP Pandeglang," imbuhnya.
