Kasudin Bina Marga Siap Dipanggil Soal Kabel Utilitas Menjuntai Sebabkan Korban Jiwa

Selasa 08 Agu 2023, 08:18 WIB
Kabel menjuntai di Jalan Daan Mogot, tepatnya di dekat Jembatan Pelangi, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. (Pandi)

Kabel menjuntai di Jalan Daan Mogot, tepatnya di dekat Jembatan Pelangi, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. (Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Darwin Ali mengaku belum dipanggil untuk dimintai keterangan soal banyaknya temuan kabel menjuntai hingga menyebabkan korban jiwa.

"Belum, belum (dipanggil)," katanya saat dikonfirmasi, Senin (7/8/2023).

Darwin bahkan tidak mengetahui kapan dirinya akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun ia memastikan jika siap datang ketika panggilan tersebut dilayangkan.

"Ya saya datang, namanya dipanggil," ucapnya.

Lebih jauh, Darwin menyebut pihaknya telah memanggil pihak utilitas terkait masalah kabel menjuntai tersebut untuk diinstruksikan segera diperbaiki.

"Kalau untuk pemilik utilitas bukan hanya imbauan tapi kita udah panggil mereka udah kita rapatkan," jelasnya.

Diketahui, pPerapihan kabel utilitas itu buntut adanya pengendara driver ojol yang mengalami kecelakaan karena untaian kabel utilitas di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Driver ojol bernama Vadim itu dinyatakan tewas setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan tunggal karena kabel yang menjuntai tersebut.

Insiden nahas itu terjadi pada Jumat, 28 Juli 2023 malam.

Dalam insiden nahas ini, korban yakni driver ojol bernama Vadim (38). Ia tewas setelah mengenai kabel listrik yang melintang saat hendak melintas di jalan tersebut.

Kakak korban, Sitorisme mengatakan jika pihak keluarga berharap kasus kecelakaan tunggal itu menemui titik terang.

Pasalnya sampai saat ini pihak keluarga belum mengetahui persis kronologi kecelakaan tersebut.

"Harapan kami sih ya ada pihak yang berwajib, pihak yang memang berwenang untuk mencari CCTV, yang bisa menjelaskan apa yang terjadi terhadap adik saya," ujarnya saat dihubungi, Jumat (4/8/2023).

Ia menjelaskan jika saat itu dihubungi oleh rekan-rekan ojol jika adiknya tengah berada di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan tunggal.

Tiba di rumah sakit, kata dokter, ada luka jeratan pada leher Vadim.

"Yang kedua adalah ada briding, pendarahannya itu cukup parah sekali, itu keluar dari telinga, dari mulut dan dari hidung. Itu terjadi karena memang ada patah di bagian tengkorak bagian bawah. Jadi tulang kepala terus ke bagian leher, itu yang terjadi. Jadi pada saat dimandiin itu keliatan memang Vadim lehernya terjerat," ucapnya.

"Jadi pas di CT Scan itu posisi otak, darah itu sudah ada di hampir seluruh otaknya, jadi pendarahan hebat di otaknya, gitu. Itu yang kita alami malam itu. Jadi kalau ngomongin kronologis kejadian kita dari pihak keluarga tidak bisa memberikan keterangan yang pasti," tambah Sitorisme.

Lebih jauh, Sirorisme menyayangkan pihak terkait yang mengatakan jika adiknya kecelakaan karena kelalaian sendiri.

Hal tersebut sangat disayangkan, apalagi belum ada bukti kuat yang mengarah kecelakaan karena kelalaian pengemudi.

Bahkan pihak keluarga sampai saat ini belum mendapat rekaman CCTV kejadian.

Maka dari itu pihak keluarga kecewa dengan pernyataan yang menyebut jika Vadim kecelakaan akibat kelalaian saat berkendara. (Pandi)
 


Berita Terkait


News Update