Pasalnya sampai saat ini pihak keluarga belum mengetahui persis kronologi kecelakaan tersebut.
"Harapan kami sih ya ada pihak yang berwajib, pihak yang memang berwenang untuk mencari CCTV, yang bisa menjelaskan apa yang terjadi terhadap adik saya," ujarnya saat dihubungi, Jumat (4/8/2023).
Ia menjelaskan jika saat itu dihubungi oleh rekan-rekan ojol jika adiknya tengah berada di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan tunggal.
Tiba di rumah sakit, kata dokter, ada luka jeratan pada leher Vadim.
"Yang kedua adalah ada briding, pendarahannya itu cukup parah sekali, itu keluar dari telinga, dari mulut dan dari hidung. Itu terjadi karena memang ada patah di bagian tengkorak bagian bawah. Jadi tulang kepala terus ke bagian leher, itu yang terjadi. Jadi pada saat dimandiin itu keliatan memang Vadim lehernya terjerat," ucapnya.
"Jadi pas di CT Scan itu posisi otak, darah itu sudah ada di hampir seluruh otaknya, jadi pendarahan hebat di otaknya, gitu. Itu yang kita alami malam itu. Jadi kalau ngomongin kronologis kejadian kita dari pihak keluarga tidak bisa memberikan keterangan yang pasti," tambah Sitorisme.
Lebih jauh, Sirorisme menyayangkan pihak terkait yang mengatakan jika adiknya kecelakaan karena kelalaian sendiri.
Hal tersebut sangat disayangkan, apalagi belum ada bukti kuat yang mengarah kecelakaan karena kelalaian pengemudi.
Bahkan pihak keluarga sampai saat ini belum mendapat rekaman CCTV kejadian.
Maka dari itu pihak keluarga kecewa dengan pernyataan yang menyebut jika Vadim kecelakaan akibat kelalaian saat berkendara. (Pandi)
