Obrolan warteg: Sekolah Caleg Perempuan

Jumat 07 Jul 2023, 06:00 WIB

KETERWAKILAN perempuan di bidang politik di negeri kita tergolong masih rendah. Kondisi ini mesti didorong, di antaranya dengan lebih banyak memberi peluang seluas – luasnya kepada perempuan untuk terjun ke dunia politik.

Sekolah politik perempuan, salah satu di antaranya yang sekarang dikembangkan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

“Wah kesempatan nih bagi perempuan untuk sekolah politik biar bisa menjadi anggota dewan yang terhormat,” kata Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.

“Tapi sekarang masa caleg sudah lewat,berarti sekolah sekarang untuk caleg lima tahun mendatang,” kata Yudi.

“Iya kesempatan Yu, ikut sekolah politik perempuan di ICMI untuk bekal menjadi caleg,” kata Heri kepada Ayu Bahari, pemilik warteg.

“Iya Yu , selain mengelola warteg, juga menjadi anggota dewan. Keren,” kata mas Bro.

“Boleh juga sih mas, namanya peningkatan status. Sekolah apa pun bentuknya bisa menjadi bekal masa depan. Masalahnya untuk menjadi caleg ongkosnya mahal,” kata Ayu Bahari.

“Betul juga. Untuk menjadi caleg harus punya modal besar, tak cukup kemampuan di bidang politik saja,” kata Heri.

“Tetapi tidak semuanya mesti pakai uang. Kalau bisa membangun komunikasi  dengan masyarakat, bisa mengambil simpati rakyat, bisa menjadi salah nilai jual,” kata Yudi.

“Cuma membangun simpati tidak mudah, perlu juga modal, minimal kemampuan yang kita miliki,” jawab Ayu.

“Itu nggak salah. Intinya kita harus membuktikan bahwa kita ini menjadi manusia yang bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya. Kehadiran kita diperlukan oleh masyarakat,” kata mas Bro.

“Iya sekecil apa pun hidup kita harus bermanfaat untuk orang lain, setidaknya untuk diri sendiri agar tidak merepotkan orang lain. Lebih- lebih mampu memberi manfaat kepada orang lain,” urai Yudi. (jokles)


Berita Terkait


News Update