JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Empat orang warga negara asing (WNA) asal Uzbekistan dibekuk petugas Tim Densus 88 Anti Teror Polri karena terlibat aksi terorisme melalui propaganda di media sosial (medsos). Pada Jumat (24/3/2023) kemarin.
Keempat WNA asal Uzbekistan itu yakni berinisial BA alias JF (32), OMM alias IM (28), BKA (40) dan MR (26).
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, penangkapan itu merupakan hasil kerjasama dengan Imigrasi Kelas I Jakarta Utara pada Jumat 24 Maret 2023 lalu.
"3 dari 4 WNA Uzbekistan ini diduga terlibat dalam aktivitas terorisme melalui propaganda di media sosial dan merupakan bagian dari organisasi teror Internasional," ujar Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan Selasa (4/4/2023).
Mereka terbukti menyebarkan propaganda di berbagai platform medsos tentang paham terorisme, khususnya tersangka BA alias JF.
Ramadhan menyebut mereka juga mencari warga negara Indonesia (WNI) yang mempunya kesamaan pemahaman untuk melakukan aksi teror.
"BA alias JF yang terpantau aktif menyebarkan propaganda di berbagai platform medsos serta berupaya mencari orang-orang yang memiliki pemahaman yang sama dengannya di Indonesia dalam rangka melaksanakan aksi teror," tuturnya.
Lebih lanjut, Ramadhan menyebut mereka masuk dengan rute perjalanan Istanbul, Turkiye-Abu Dhabi untuk transit-Malaysia-Indonesia.
"Dua dari empat WNA berangkat mendahului ke Indonesia pada 6 Febuari 2023, sedangkan dua lainnya berangkat tiga minggu setelahnya yaitu tanggal 27 Febuari 2023," ujarnya.
Tiga dari empat pelaku teroris itu diduga terafiliasi dengan jaringan terorisme internasional kelompok Katiba Tawhid Val Jihad yang aktif beraktivitas di wilayah Timur Tengah khususnya Suriah.
"Sedangkan yang satu lainnya yang bernama B memiliki peran penyedia dukungan keuangan serta dokumen palsu," paparnya.
Adapun barang bukti yang diamankan yaitu beberapa pasport Uzbekistan milik keempat tersangka baik domestik maupun internasional, kemudian satu lembar resi penerima moneygram.
Kemudian satu lembar kode booking pesawat, kemudian I-pad beberapa buah handphone dan beberapa screenshot unggahan yang bermuatan propaganda. (Pandi)
_copy_800x496.jpeg)