Mereka dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga.
"Sangat tertutup, tidak ada komunikasi. Itu pun kalau saya ada kegiatan lingkungan saya baru panggil gedor-gedor, keluar. Ini ada misalnya pendataan BPS, atau penyemprotan DBD desinfektan kemarin Covid saya semprot baru keluar," terangnya.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce mengatakan, keempat korban diduga telah meninggal sejak tiga minggu lalu berdasarkan hasil pemeriksaan forensik.
Hasil forensik juga menemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh keempat mayat satu keluarga itu.
Mereka diduga tewas karena tidak ada asupan makanan dan minuman.
"Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan. Jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot ototnya sudah mengecil," tuturnya.
Pasma menyebut, tim forensik akan kembali melakukan pemeriksaan pada organ tubuh keempat mayat tersebut agar lebih dapat memastikan penyebab kematian.
"Dari dokter RS Bhayangkara Polri akan melakukan pendalaman lagi dengan memeriksa hati dan organ-organ lainnya dari kasus kematian ini. Supaya lebih spesifik mengetahui penyebab kematian ini," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Komplek Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat digegerkan dengan penemuan empat mayat di dalam rumah, Kamis (10/11/2022).
Berdasarkan informasi dari warga setempat, keempat mayat tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.
Ketua RT setempat, Asiung mengatakan, awalnya ada salah satu warga yang merupakan tetangga rumah korban, mencium bau busuk sejak Senin (7/11/2022).
Kemudian pada Rabu (9/11/2022) petugas PLN juga mencium bau busuk saat hendak mematikan aliran listrik di rumah tersebut.
