Selain itu, Mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini menambahkan, berdasarkan penjelasan dari dokter spesialis yang menangani para korban, baik korban tewas atau luka, para dokter mulai dari dokter penyakit dalam, penyakit paru, THT, dan spesialis penyakit mata, tidak ada satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata.
"Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen. Karena apa? terjadi berdesak-desakan, terinjak, bertumpuk sehingga menyebabkan kekurangan oksigen di pintu 13, 11, 14, dan pintu 13 ini yang jumlah korbannya cukup banyak," terangnya.
"Ini sama hal-nya kalau terjadi iritasi pernafasan, pun sampai saat ini belum ada jurnal ilmiah yang menyebutkan fatalitas gas air mata yang mengakibatkan orang meninggal dunia," pungkas Dedi.
.jpg)