Polri Sebut Kematian Ratusan Aremania Bukan Lantaran Gas Air Mata Tapi Kurang Oksigen, Kadiv Humas: Jangan Disamakan dengan Makanan Kadaluarsa

Senin 10 Okt 2022, 19:34 WIB
Potret kekerasan di Tragedi Kanjuruhan (Foto: Twitter/KontraS)

Potret kekerasan di Tragedi Kanjuruhan (Foto: Twitter/KontraS)

Selain itu, Mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini menambahkan, berdasarkan penjelasan dari dokter spesialis yang menangani para korban, baik korban tewas atau luka, para dokter mulai dari dokter penyakit dalam, penyakit paru, THT, dan spesialis penyakit mata, tidak ada satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata.

"Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen. Karena apa? terjadi berdesak-desakan, terinjak, bertumpuk sehingga menyebabkan kekurangan oksigen di pintu 13, 11, 14, dan pintu 13 ini yang jumlah korbannya cukup banyak," terangnya.

"Ini sama hal-nya kalau terjadi iritasi pernafasan, pun sampai saat ini belum ada jurnal ilmiah yang menyebutkan fatalitas gas air mata yang mengakibatkan orang meninggal dunia," pungkas Dedi. 


Berita Terkait


News Update