JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tak hanya menyeret perwira tinggi polisi, tetapi juga rekan kerjanya sesama ajudan Ferdy Sambo, yakni Bripka Ricky Rizal (Bripka RR).
Berikut Poskota telah merangkum pengakuman Bripka RR mengenai kejadian di Magelang, hingga detik-detik Brigadir Yosua meregang nyawa di rumah eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 lalu.
Pengakuan Bripka RR tersebut telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Sebelumnya, Bripka RR juga dinyatakan jujur setelah menjalani tes kebohongan.
“Saya dapat hasil sementara uji poligraf terhadap RE, RR, dan KM. Hasilnya 'no deception indicated' alias jujur," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, Selasa (6/9/2022).
1. Bripka RR dan Bharada Richard Eliezer sedang mengantar anak Irjen Ferdy Sambo
Menurut pengacara Bripka RR, Erman Umar, saat itu Bripka RR dan Bharada E sedang mengantar anak Ferdy Sambo ke sekolah Taruna Nusantara.
Namun saat di tengah jalan, Bharada E mendapatkan telepon dari Putri Candrawathi.
Keduanya diminta segera pulang, dan ketika sampai di rumah, suasana tampak tegang, karena Kuat Ma'ruf tampak marah ke Brigadir J.
"Si Richard yang ditelepon. Balik mereka, pas balik dilihat di lantai satu, nggak ada orang," ujar Erman, Kamis (8/9/2022) seperti diberitakan Poskota.
"Naik ke atas itu lah ketemu Kuat dalam keadaan tegang, kayak ngamuk ditanya ada apa? Dibilang 'Itu nggak tahu si Yosua'," tambahnya.
Menurut Erman, asisten istri Ferdy Sambo yag bernama Susi juga ada di lokasi.
Di saat yang bersamaan, Brigadir J pun berusaha untuk menemui Putri di dalam kamar, namun ditahan oleh Kuat Ma'ruf memakai pisau.
"Terus si Yosua masih berupaya lagi mau ketemu sama ibu. Ditahan pakai pisau oleh si Pak Kuat." jelas Erman.
"Akhirnya si RR ini jadi bingung. Jadi nggak tahu lah. Makanya dia nggak bisa bicara sama Pak Sambo," jelasnya.
Tak lama setelah itu, Bripka Ricky pun menemui Putri Chandrawati di dalam kamar yang ternyata sedang berbaring.
Putri pun meminta agar Bripka Ricky memanggil Brigadir J.
"Akhirnya kan dia melihat juga ibu ya, ibu di kamar, berbaring di kamar, ‘ada apa bu?’ dia nggak menjelaskan ibu, tapi tanya ‘mana Yosua’, dipanggil lah ke bawah, dipanggil ke bawah, sambil dia nanya ‘ada apa Yosua?’, ‘ya nggak tau tuh’ 'dia marah-marah, ga tau tuh om kuat kok marah-marah sama saya’," jelas Erman.
"Akhirnya, dia naik lah berdua, ‘nah ayo, kamu tadi ibu nanya kamu’. Naik lah ke atas. Masuk. Si Yosua masuk kamar, duduk." beber Erman.
"Ibu PC berbaring setengah dua baring bantal. Tapi si RR nggak nungguin. Dia balik, sambil nunggu di luar takutnya kejadian apa-apa kan. Itu aja. Tapi dia nggak denger kejadian apa, pembicaraan, nggak," sambung Erman.
2. Komunikasi Bripka RR dan Brigadir J
Erman menuturkan bahwa Bripka Ricky sempat kembali menanyakan peristiwa yang terjadi kepada Brigadir J seusai keluar kamar.
Namun, Brigadir J menyatakan bahwa tidak ada masalah.
"Dia (Brigadir J) turun diikutin ke bawah, ditanya lagi ke Yosua, ‘Yosua ada apa sih?’." tanya Ricky, ditirukan oleh Erman.
"Tadi kan kalau pertama dia bilang si kuat marah-marah nggak karuan. Kalau sekarang ditanya ‘udah gak ada apa-apa kok bang’." bebernya.
"Nah jadikan nggak ada selama di Magelang gak mendapatkan informasi tentang itu (kejadian sebenarnya yang dialami Putri)," pungkasnya.
3. Ferdy Sambo memanggil Bripka RR
Erman Umar memaparkan kesaksian Bripka RR lainnya, yakni ketika kliennya dipanggil Ferdy Sambo di rumah pribadinya, Jl. Saguling, Jakarta Selatan.
Kala itu, Sambi bertanya mengeai kejadian yang terjadi di Magelang.
“Kan di Saguling itu dipanggil. Dipanggil, dia (Ferdy Sambo) tanya, ‘ada kejadian apa, ada kejadian apa di Magelang? Kamu tahu enggak?’. ‘Enggak tahu’. ‘Ini Ibu dilecehkan, pelecehan terhadap ibu’. Dan itu sambil nangis dan emosi. ‘Saya enggak tahu Pak’,” kata Erman di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (8/9/2022).
Istri Ferdy Sambo itu juga mengatakan bahwa Yosua melakukan pelecehan terhadap dirinya.
Kemudian, Ferdy Sambo menanyakan langsung kepada Bripka Ricky kesanggupannya menembak Brigadir J.
“Baru dilanjutin ‘Kamu berani nembak? Nembak Yosua?’ Dia bilang. ‘Saya enggak berani Pak, saya enggak kuat mental saya Pak, enggak berani, Pak’. ‘Ya sudah kalau begitu kamu panggil Richard’,” jelas Erman.
Lebih lanjut, Erman juga sempat menanyakan perasaan Bripka Ricky setelah kejadian tersebut.
Menurutnya, kliennya itu memang sempat melihat Ferdy Sambo terguncang dan menangis.
“’Saya melihat bapak memang guncang. Saya melihat bapak menangis. Enggak biasa begitu kan. Tapi saya enggak tahu kejadian di sana, padahal saya ada di sana,” kata Erman menirukan omongan kliennya.
Erman menuturkan Ricky hanya mengetahui adanya pertengkaran Kuat Ma'ruf dan Yosua.
Namun, dia sama sekali tak tahu apakah pertengkaran itu terkait dengan peristiwa di Magelang.(*)
