JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Kabar tak mengenakan datang dari salah satu member BTS, Park Ji-min.
Di kutip dari Soompi, Big Hit mengonfirmasi bahwa Ji-min didiagnosis Apendisitis atau radang usus buntu akut serta dinyatakan positif COVID-19, pada Senin (31/1/22).
Selain itu, Ji-min sudah menjalani operasi dan sedang dalam proses pemulihan.
Apendisitis atau radang usus buntu merupakan gangguan pencernaan berupa peradangan usu buntu.
Rata-rata, radang usus buntu paling sering menyerang usia 10-30 tahun. Namun, usus buntu juga dapat dialami oleh anak-anak bahkan remaja.
Usus buntu merupakan organ yang berbentuk selang kecil dan tipis yang menempel pada bagian awal usus besar dan terletak di perut bagian bawah.
Usus buntu sendiri adalah organ yang tidak memiliki fungsi, namun ketika tersumbat dapat membahayakan bahkan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Usus buntu terjadi akibat infeksi di rongga usus buntu. Dalam hal ini, bakteri akan berkembang dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, serta bernanah.
Di kutip dari beberapa sumber, penyebabnya belum dapat dipastikan. Namun, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya usus buntu, seperti:
- Cedera di perut
- Terlalu sering makan gorengan
- Sering menahan kentut
- Penyumbatan rongga usus buntu akibat pertumbuhan parasite
Gejala penyakit usus buntu yang paling utama adalah rasa nyeri pada perut yang disebut kolik abdomen pada area perut tengah atas dekat pusar. Kemudian, akan berpindah ke perut kanan bawah.
Tidak hanya itu, nyeri akibat usus buntu bisa bertambah parah dalam waktu beberapa jam, terutama ketika bergerak, batuk, menarik napas, serta bisa mendadak muncul saat sedang tidur.
Selain itu, gejala lain dari penyakit usus buntu sebagai berikut.
- Mual dan muntah
- Diare
- Hilang nafsu makan
- Susah kentut
- Demam
Untuk mengetahui diagnosis penyakit usus buntu, biasanya diawali dengan tanya jawab serta melakukan pemeriksaan fisik dengan dokter.
Lihat juga video “Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Sebuah Kontrakan”. (youtube/poskota tv)
Selain itu, dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, USG perut, pemindaian dengan CT scan atau MRI, pemeriksaan panggul, tes kehamilan, dan foto rontgen.
Pengobatan penyakit ini bervariasi. Jika kasus radang usus buntu ringan, maka penderita dapat sembuh dengan antibiotik dan tidak perlu melakukan operasi.
Namun, jika diperlukan operasi maka dokter akan memberikan antibiotik melalui infus dan setelahnya akan melakukan operasi pengangkatan usus buntu.
Operasi ini dikenal dengan apendektomi yang terdiri dari dua jenis, yaitu laparoskopi apendektomi dan apendektomi terbuka. (Adinda Salsabila)
