JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin bersyukur pemerintah mecabut PPKM Level 3 saat Natal dan tahun baru (Nataru).
Pasalnya, dengan dicabutnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tersebut, bioskop dapat tetap beroperasi dengan kapasitas 70 persen.
Dengan begitu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah film Box Office yang dapat diputar di biokop-bioskop yang dan dikimati oleh masyarakat saat Nataru.
"Ya baguslah (PPKM Level 3 dicabut), di level 2 kan bisa terus 70 persen, kalau level 3 kan 50 persen. Film udah diaturlah sama importir. Film nasional juga banyak kok," ujar Djonny saat dihubungi, Minggu (12/12/2021).
Djonny memastikan, selama bioskop diizinkan beroperasi sejak Oktober 2020 hingga saat ini, tidak pernah ditemukan kasus penularan Covid-19.
"Nggak ada masalah kok, gak ada klaster. 9 bulan yang pertama dari Oktober sampai Juni, kemaren dari Sepetember sampe sekarang Alhamdulillah aman aja biskop gak ada masalah, apalagi 70 persen kan," cetusnya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga konsorsium yang dipimpin oleh Fraunhofer Institute for Building Physics (Fraunhofer IBP) di Jerman telah menemukan bahwa ventilasi bioskop dipastikan telah cukup untuk meminimalisasi risiko infeksi Covid-19 di dalam lingkungan studio.
"Iya dari dulu (aman). Cuma orang kita kan sok pinter aja. Apalagi yang ahli-ahli itu kan bioskop bahaya atau apa. Saya gak mau dibandingkan malu kita kan. Ternyata ini bongkar sendiri, udah lama saya udah tau (hasil penelitian Fraunhofer IBP) dua tahun yang lalu," tegasnya.
Dikatakannya, saat ini bioskop sudah kembali beroperasi setiap hari yang sebelumnya hanya buka dihari Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.
"Sekarang ini udah mulai normal setiap hari. Kita harus lihat dulu gak bisa serta merta, pelan-pelanlah tapi kita tetap konsisten lah jalan terus," ucapnya.
Setelah mengalami kerugian yang cukup besar, saat ini pengusaha bioskop di tanah air sedikit bisa bernafas lega. Pasalnya, omset bioskop sedikit demi sedikit mengalami kenaikan sejak diizinkan beroperasi 70 persen kapasitas.
