Ada juga yang menyebutnya sebagai bagian dari pencitraan. Kalau pun demikian, sah – sah saja, tak ada larangan mencitrakan sesuatu menjadi baik.
“Yah, bisa juga soal pencitraan..” guman kakek hingga lamat – lamat terdengar cucunya yang kemudian bertanya” Kakek tadi nyebut Citra, siapa tuh. Wah kakek lagi ngelamunin Citra, mantan pacar kakek yang dulu?”
Kakek : “Bukan citra, tapi pencitraan”
Cucu : “ Oh, kirain lagi mikirin citra..”
Kakek pun menjelaskan pencitraan itu boleh – boleh saja, tetapi jangan berlebihan. Sebab, sesuatu yang berlebihan akan mendatangkan kebosanan. Seperti makan kalau terlalu kenyang menjadi begah, bukannya tubuh menjadi sehat dan kuat, malah bisa – bisa mendatangkan penyakit. Badan lemas, akhirnya mager ( malas gerak) dan menjadi “aras – arasen”- enggan untuk memulai suatu aktivitas. (jokles)
