Cerita Putri Menangis di Dekat Sirkuit Mandalika, Sosok Mengejutkan dan Membuat Terperangah

Kamis 11 Nov 2021, 11:30 WIB
Crita Putri Menangis diabagikan dalam bentuk patung cantik di Pantai dekat sirkuit Mandalika. (ist)

Crita Putri Menangis diabagikan dalam bentuk patung cantik di Pantai dekat sirkuit Mandalika. (ist)

Dan dalam hitungan menit Putri Mandalika hilang, bersama deburan birunya kilau gelombang yang disinari bulan purnama.

Para pangeran dan rakyat pun berlarian turun ke pantai. Untuk mencari sang putri. Namun hingga menjelang subuh, sang putri tidak kunjung ditemukan. 

Dan yang mengejutkan kemudian, ada kemunculan yang menghebohkan. Putri Mandalika tidak muncul, tapi yang muncul hanyalah ribuan cacing warna warni yang disebut Nyale

Maka, sejak peristiwa itulah, kemudian setiap tahun rakyat Gumi Sasak mengenangnya sebagai legenda Putri Nyale. 

Maka, sejak itu, hingga kini secara rutin berdasarkan kalender Sasak, di pantai Seger Kuta Mandalika Lombok tengah NTB, selalu dilaksanakan prosesi peringatan yang kini dikemas ke dalam festival Bau Nyale..

Bagi warga setempat, nilai penting dari legenda ini, betapa tingginya budi baik Sang Putri yang ingin menjaga kedamaian, kelestarian dan kerukunan negerinya.

Dia mengesampingkan kepentingan cintanya. Budi baik dan kecantikan Putri Mandalika ternyata tidak hanya ada dalam legenda.

Tetapi lokasi kisah itu terjadi yaitu di pantai Seger Kuta Mandalika Lombok tengah, kini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang memikat decak kagum jutaan manusia dari seantero dunia. Dan kini bertambah ada Sirkuit Mandalika.

Di kawasan yang meliputi luas 1.200 hektar itu, saat ini Sirkuit MotoGP terindah di dunia. Dengan view pantai berpasir putih, bak butir mutiara. 

Di tahun 2021 mendatang, even internasional MotoGP yang paling digemari kaum milenial, sudah akan digelar untuk pertama kalinya. 

Di sirkuit terindah dunia, di wilayah kerajaan legenda Putri Mandalika itu. Bukan hanya keindahan alamnya yang menjadi pusat wisata dunia. Sehingga akan membuka jutaan kesempatan kerja.

Dan bangkitnya berbagai industri pendukung pariwisata. Tetapi juga tetap terjaganya nilai-nilai sosial dan budaya. Serta makin terbukanya kesempatan generasi pewaris budaya Sasak untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. (*)


Berita Terkait


News Update