Berondong Sowan Melamar, Meninggal di Rumah Calmer

Minggu 10 Okt 2021, 06:30 WIB
Karikatur Nah Ini Dia: Berondong Sowan Melamar, Meninggal di Rumah Calmer. (karikaturis: poskota/ucha)

Karikatur Nah Ini Dia: Berondong Sowan Melamar, Meninggal di Rumah Calmer. (karikaturis: poskota/ucha)

Dia tiba di Nglipar sudah pukul 20:00 malam. Orang tua Pratiwi juga kaget lihat penampilan Dayoh calon mantunya yang masih bocih banget bila dibanding dengan usia putrinya.

Tapi karena sudah menjadi pilihan Pratiwi, ya sudah......orang tua tinggal mendoakan saja. Ini sama persis opininya dengan calon besan di Tuban sana.

Karena sudah malam dan capek tentunya, tak etislah kalau Dayoh langsung mengajukan lamaran. Besok pagi saja juga nggak papa, wong tinggal formalitas belaka.

Semua sudah setuju, bahkan sudah disipkan tanggal perkawinannya segala. Maka malam itu Dayoh langsung tidur di kamar sendirian. Lha Pratiwi nggak menemani? Nggak boleh dong, nanti setelah sah jadi suami istri mau nungsang njempalik berdua di kamar ya silakan saja.

Pagi harinya jam 06:00 Pratiwi membangunkan si doi, “Mas, Mas, sudah siang.
Mandi-mandi dulu.....!” Tapi Dayoh tak merespons.

Satu jam kemudian juga tetap seperti itu. Pratiwi jadi curiga, dan ketika dibangunkan ternyata sudah dingin dan tak bergerak. Ternyata Dayoh sudah meninggal. Dokter dan polisi pun didatangkan.

Tonton juga video "Diiming-imingi jadi PNS, Puluhan Warga Lebak Tertipu Puluhan Juta Rupiah". (youtube/poskota tv)

Hasil pemeriksaan, tak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga almarhum punya
penyakit asma.

Akhirnya keluarga Tuban yang datang menjemput jenazah Dayoh untuk dimakamkan di sana.

Keluarga Pratiwi asal ditanya Dayoh meninggal sakit apa, gampangnya jawab saja, “Mansuk angin!”

Angin duduk ngkali, ini penyakit berbahaya bagi orang pendek, karena anginnya kalau bangkit langsung nyondol jantung. (gts)


Berita Terkait


News Update