PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan salah satu kawasan wisata dan konservasi yang telah menjadi icon provinsi Banten.
Taman Nasional itu memiliki kondisi yang masih asri lengkap dengan satwa endemiknya seperti, Badak bercula satu yang kini populasinya hampir punah.
Tidak salah jika TNUK itu kini menjadi sasaran dan buruan para pelancong lokal maupun mancanegara.
Namun sayangnya, keindahan TNUK itu harus makin tersembunyi, dengan akses jalan utama yang dibiarkan rusak.
Kondisi jalan mulai rusak parah dari wilayah Desa Tunggal Jaya hingga desa paling ujung di banten yakni Ujung Jaya, Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang.
Padahal jalur tersebut merupakan akses utama utama wisatawan untuk pergi ke TNUK dan akses utama masyarakat untuk pergi ke kantor kecamatan, Pasar dan juga puskesmas Sumur.
Kondisi jalan sangat memprihatinkan lantaran rusak parah dengan lubang jalan yang mengangan dan tergenang oleh air hujan. Kendaraan yang melintas pun harus mengurangi kecepatannya dan ekstra hati-hati ketika hendak melintasi jalan itu.
Kondisi jalan rusak seperti itu bukan hanya terjadi di sepanjang Desa Tunggal Jaya, tetapi di beberapa desa lainnya yakni Desa Taman Jaya, Ujung Jaya sementara untuk desa Cigorondong sebagian sudah dibetonisasi. Jalan rusak sendiri membentang kurang lebih sejauh sejauh 14 km.
Warga Paniis Desa Taman Jaya, Deden mengatakan, kondisi itu sudah bertahun-tahun. Bahkan, seakan-akan dibiarkan rusak oleh Pemerintah Daerah.
Padahal jalur tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk menuju pasar, Kantor Kecamatan dan juga Fasilitas layanan kesehatan yakni Puskesmas yang ada di Kecamatan Sumur. Selain itu, jalan itu juga merupakan akses utama nutuk wisatawan yang hendak berlibur ke TNUK.
“Ia ini jalan satu-satunya warga yang untuk menuju ke kantor kecamatan dan fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Sumur. Selain itu juga ini merupakan akses utama bagi para wisatawan yang ingin berwisata ke Tamana Nasional Ujung Kulon,” katanya, Jum'at (30/7/2021).
Dede mengatakan, jalan itu sendiri sebelumnya pernah permah diperbaiki pada tahun 2014 silam. Namun, tidak lama langsung rusak kembali, dan hingga kini belum juga diperbaiki.
Dikatakanya, masyarakat sendiri sudah mengadukan kondisi jalan itu dan bahkan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran Kantor bupati dan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) unutk meminta pemerintah agar segera memperbaik kondisi jalan tersebut. Namun hingga kini jalan itu pun tak kunjung diperbaiki.
“Dulu pernah ada kejadian demo besar besaran meminta agar pemerintah untuk segera memperbaiki jalan di selatan, namun sampai saat ini belum diperbaiki bahkan kondisinya makin parah,” jelasnya.
Lebih lanjut Deden berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki agar masyarakat bisa memangkas waktu tempuh apabila hendak pergi ke kantor kecamatan dan lain sebagainya. Selain itu, dengan baiknya kondisi jalan, akan lebih menarik lagi wisatawan yang hendak berlibur ke TNUK.
“Pengennya sih segera dibangun kembali agar aktivitas masyarakat ke kantor kecamatan ataupun ke puskesmas lebih mudah dan tidak membuat badan sakit. Dari kampung Paniis dengan kondisi jalan seperti ini butuh waktu hingga satu jam, padahal kalau kondisi jalan baik, waktu tempuhnya bisa di pangkas jadi setengah jam,” tandasnya. (Kontributor Banten/Yusuf Permana)